Kajian Offline Bersama Kang UAS Angkat Tema “Bersinergi dalam Lokomotif Perubahan”
Terasjabar.co – Semangat kebersamaan, kolaborasi, dan kepedulian sosial menjadi pesan utama dalam Kajian Offline bersama KH. Asep Syaripudin, yang akrab disapa Kang UAS, yang digelar di Masjid Miftahul Hidayah, Jalan Mangga, Kota Bandung, Sabtu (6/6/2026).
Mengusung tema “Bersinergi dalam Lokomotif Perubahan”, kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Barat, di antaranya Cicalengka, Ciparay, Banjaran, Cileunyi, Cililin (Bandung Barat), Subang, hingga Kota Bandung.
Acara yang dipandu oleh Ustadz Luki Andriana Sambas tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Hasyim, sebelum dilanjutkan dengan tausiyah utama yang disampaikan Kang UAS.
Dalam ceramahnya, Kang UAS menegaskan bahwa perubahan yang positif tidak akan terjadi tanpa adanya kesadaran, ikhtiar, dan kesungguhan dari setiap individu. Menurutnya, tema yang diangkat dalam kajian kali ini terinspirasi dari firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka berusaha mengubah keadaan diri mereka sendiri.
“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Ketika individu-individu bergerak menuju kebaikan, maka masyarakat pun akan berubah menjadi lebih baik,” ujar Kang UAS di hadapan para jamaah.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi dan kerja sama dalam menjalankan berbagai aktivitas sosial maupun dakwah. Hal tersebut sejalan dengan Surah Al-Ma’idah ayat 2 yang memerintahkan umat Islam untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.
Menurutnya, tantangan kehidupan modern tidak dapat dihadapi secara individual. Diperlukan kolaborasi yang kuat antarumat agar mampu melahirkan solusi dan kemajuan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, Kang UAS mengutip Surah Ash-Shaff ayat 4 yang menggambarkan pentingnya kekompakan dan keteraturan dalam perjuangan. Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang dalam barisan yang teratur dan saling menguatkan layaknya bangunan yang kokoh.
“Sinergi adalah energi besar yang akan menggerakkan perubahan. Ketika umat bersatu dalam visi dan tujuan yang sama, maka berbagai tantangan dapat dihadapi dengan lebih baik,” katanya.
Melalui tema “Bersinergi dalam Lokomotif Perubahan”, para peserta diajak untuk menjadi bagian dari penggerak perubahan yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan umat. Semangat kebersamaan, persaudaraan, serta kolaborasi dalam kebaikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dalam kesempatan tersebut juga digelar Bazaar Jamaah yang menampilkan berbagai produk dan usaha milik para jamaah. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat ekonomi umat melalui semangat saling mendukung dan memberdayakan sesama.
Panitia berharap bazaar tersebut dapat berkembang menjadi Pasar Umat, yakni ruang ekonomi bersama yang mampu mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan kesejahteraan jamaah.
Kajian offline bersama Kang UAS sendiri diselenggarakan secara rutin setiap bulan dengan lokasi bergiliran antara Bandung dan Jakarta. Selain kajian tatap muka, tersedia pula program kajian daring yang dilaksanakan secara berkala, meliputi pembelajaran Nahwu Shorof Terapan setiap Senin Subuh, Tadabbur Al-Qur’an setiap Rabu Subuh, serta pembahasan Sirah Nabawiyah setiap Jumat Subuh.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk membangun sinergi dalam berbagai bidang kehidupan serta menjadi bagian dari lokomotif perubahan menuju masyarakat yang maju, berakhlak mulia, dan mendapatkan ridha Allah SWT.
“Bersatu dalam Sinergi, Bergerak dalam Perubahan, Menggapai Keberkahan.”






Leave a Reply