CERITA ISENG

Oleh:
Ganjar Kurnia

Terasjabar.co – Sesuai dengan sabda Unesco, salah satu prilaku penting yang dibutuhkan di masa depan adalah “critical thinking”. Karena itu tak aneh apabila di sekolah, kampus, kantor, seminar, pelatihan, bahkan di bungkus cilok atau bala-bala sekalipun, kita akan bertemu dengan kata-kata “critical thinking” tersebut. Suatu kata yang tampak gagah, yang menunjukkan bahwa bangsa ini dapat segera naik kelas dari mudah percaya “broadcast” WA menjadi mampu membedakan fakta, opini, dan kabar yang berseliweran dimana-mana, termasuk di grup alumni.

Pelatihan berpikir kritis ini kemudian dilaksanakan dimana-mana. Pesertanya diberi modul, makan siang, sertifikat, dan tugas kelompok. Mereka belajar menganalisis masalah, menguji asumsi, mencari bukti, menyusun argumen. Anak-anak diajari bertanya, mahasiswa diajak menganalisis, pegawai diminta inovatif, rakyat didorong berpikir mandiri. Pokoknya semua harus kritis. Kalau perlu, kucing di pos satpam pun ikut pelatihan, agar tidak sekadar mengeong, tetapi mampu mempertanyakan kadar gizi ikan asin. Masalahnya, seperti si kucing tadi, setelah berpikir kritis, biasanya muncul efek samping, ia mulai bertanya. Di sinilah bencana bisa dimulai.

Ternyata yang dimaksud critical thinking, dianggap tidak ada kaitannya dengan penyampaian kritik. Orang-orang boleh berpikir kritis asal tidak keluar dari mulut atau menjadi tulisan.

Di kampus, teori kritis diajarkan dengan serius. Nama-nama besar disebut: Marx, Foucault, Habermas, Freire. Mahasiswa belajar bahwa kekuasaan harus dipertanyakan, struktur harus dibongkar, wacana harus dibaca. Tetapi ketika mereka mencoba menganalisis kebijakan, kata-kata sakti meluncur : “Secara teoritis memang begitu………………………..”

Di kantor, rapat dibuka dengan kalimat demokratis: “Silahkan sampaikan masukan secara terbuka.” Semua orang diam. Bukan karena tidak punya pendapat, tetapi karena masih ada yang ingat cicilan motor atau keamanan keluarga. Ada yang menunduk melihat kertas, ada yang pura-pura membaca agenda, ada yang tiba-tiba sangat serius mengaduk kopi (padahal kopinya sudah habis sejak pembukaan).

Lalu seorang pegawai polos mengangkat tangan. “Menurut saya, program ini kurang tepat sasaran”. Seketika suasana berubah. AC tetap 24 derajat, tetapi dinginnya naik ke level kutub kebekuan. Pimpinan tersenyum ramah sekali.“Terima kasih masukannya, nanti kita bahas di luar rapat”. Dalam bahasa rapat, “terima kasih masukannya”, kadang berarti: “baik, nama saudara sudah saya beri stabilo”. Setelah rapat, orang itu dipanggil. Bukan dimarahi tapi “diajak komunikasi”, suatu kata yang biasanya merupakan bentuk halus dari pemanggangan psikologis dengan api kecil, yang untuk kemudian dijadikan museum berjalan bagi pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah pulang, atau semacam TPU bagi keberanian intelektual. Di sana kritik biasanya terus dikubur dengan nisan bertuliskan: “Akan ditindaklanjuti”.

Selanjutnya lahirlah jenis kritik paling aman, yaitu kritik yang dimulai dengan lima pujian, tiga permohonan maaf, dua pantun, satu doa keselamatan, kemudian masuk ke inti kalimat. Misalnya: “Pertama-tama, kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Bapak yang visioner, inspiratif, transformatif, partisipatif, dan adaptif. Mohon maaf sebelumnya, ini hanya masukan yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dari huruf syarat dan ketentuan di brosur pinjaman online. Aapabila Bapak barangkali kurang berkenan mohon diabaikan saja. Program ini dalam pandangan saya, agak sedikit belum sepenuhnya mencapai sasaran”.

Kata-kata agak, sedikit, belum sepenuh nya ini, mungkin maksudnya: programnya gagal. Tetapi kalau langsung disebut gagal, nanti dianggap tidak sopan. Maka banyak kata yang harus dibungkus dengan kertas kado bahasa. Kita tidak boleh menyebut “gagal”, melainkan “belum optimal”, tidak menyebut “kacau”, tetapi “perlu penataan ulang”, tidak menyebut “tidak jalan”, tetapi “masih dalam proses penguatan ekosistem kelembagaan lintas pemangku kepentingan…………………..” Dengan kata-kata indah seperti itu, walaupun masalahnya tidak selesai, tetapi terdengar sudah seperti seminar nasional.

Di masyarakat, lebih lucu lagi. Kita ingin anak-anak muda kritis, tetapi ketika mereka bertanya kepada orang tua, jawabannya: “Jangan banyak tanya, pamali.” Kita ingin warga cerdas, tetapi ketika warga mempertanyakan kebijakan, dibilang: “Kamu ini tidak bersyukur.” Kita menginginkan rakyat lebih dewasa dalam berdemokrasi, tetapi kalau cerewet sedikit, langsung didiagnosis sebagai kurang piknik, kurang kopi, kurang hormat pada proses, kurang baca data, sok intelek atau bahkan …… antek asing. Di dalam kondisi seperti ini, akhirnya orang belajar ilmu selamat: di kepala menyusun analisis tajam, di mulut berkata, “Mantap Pak, siap laksanakan.” Di hati menulis proposisi landasan, cara dan tujuan, di grup WhatsApp mengirim stiker jempol.

Masalah berikutnya ada yang lebih ajaib lagi: ketika kritik sudah sopan, sudah beretika, tidak menyerang pribadi, sudah membawa data, bahkan sudah membawa solusi lengkap dengan alternatif, tahapan, risiko, dan kemungkinan pelaksanaan (baca: solutif dan konstruktif), tetap saja tidak didengar. Di titik ini, kritik seperti tamu yang datang dengan pakaian sopan, rapi, membawa oleh-oleh, tetapi tuan rumah tetap pura-pura sedang tidak di rumah. Padahal dari balik gorden terdengar suara televisi, sendok beradu dengan piring, bahkan ada bersin yang nadanya sudah hafal bertahun-tahun…..”

Sebagai penutup, saya harus mohon maaf yang sebesar-besarnya, kalau ada yang menyangka bahwa tulisan ini adalah merupakan kritik. Tidak, sama sekali tidak. Ini “mah” hanya sekedar cerita iseng tentang adanya gagasan besar yang disebut “critical thinking” dan pengaplikasiannya di sebuah negeri. Titik.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 3 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam