Periset MoRA LPDP Terjun ke Baduy, Baca Kekuatan Spiritual Ecology Sebagai Pilar Ketahanan Ekologis Pangan di Tengah Krisis Global

Terasjabar.co – Sebuah tim peneliti dari program MoRA (Minister of Religion Affairs – Moda Riset Akselerasi) The AIR Funds Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dipimpin Prof. Dr. Lilis Sulastri, MM. turun langsung ke wilayah adat Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, pada 22–24 April 2026.

Misi eksplorasi ini bertujuan membaca kekuatan spiritual ecology dan kearifan lokal masyarakat Baduy sebagai pilar strategis ketahanan ekologis-pangan di tengah ancaman krisis iklim dan kerawanan pangan global.

Kegiatan kolaboratif multidisiplin ini tidak hanya mencatat praktik tradisional pengelolaan lingkungan, tetapi juga berupaya merumuskan model konseptual yang dapat direplikasi bagi komunitas adat lain serta menjadi rujukan kebijakan ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi Etis dengan Pemangku Adat

Tim riset MoRA LPDP berkolaborasi erat dengan pemangku adat, sesepuh, dan perwakilan Baduy Dalam (Cibeo dan Cikeusik) maupun Baduy Luar (Panamping). Keterlibatan seluruh pihak ini memastikan proses penelitian berjalan secara etis, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal.

“Penelitian ini bukan tentang mengambil, melainkan tentang belajar bersama. Kami hadir dengan sikap hormat untuk mendokumentasikan warisan leluhur yang masih hidup,” ujar Prof. Dr. Lilis Sulastri, ketua tim peneliti.

Empat Fokus Kajian Utama

Riset ini memusatkan perhatian pada empat aspek kunci ketahanan ekologis-pangan berbasis kearifan lokal yang dikembangkan masyarakat Baduy selama berabad-abad:

  1. Sistem pertanian huma: Ladang berpindah berbasis rotasi alami yang mempertahankan kesuburan tanah tanpa input kimia, pupuk sintetis, atau praktik pertanian intensif.
  2. Pengelolaan leuweung titipan: Hutan adat dengan zonasi ketat yang membedakan area konservasi mutlak dari zona pemanfaatan terbatas, mencerminkan prinsip keberlanjutan ekologis.
  3. Pikukuh sebagai etika yang dihidupi: Aturan adat sakral yang mengatur interaksi manusia-alam melalui larangan (pamali) untuk mencegah eksploitasi berlebihan dan menjaga kohesi sosial.
  4. Integrasi nilai spiritual dalam praktik ekologis: Filosofi “Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat” (menjaga titipan, merawat dunia) yang mencerminkan tanggung jawab lintas generasi.

Temuan awal menunjukkan bahwa ketahanan ekologis-pangan Baduy bukan sekadar hasil praktik teknis, melainkan produk integrasi holistik antara kosmologi spiritual, struktur sosial, dan strategi adaptif yang dikembangkan secara historis.

Riset terpusat di wilayah adat Baduy, Pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak ini menjangkau permukiman Baduy Dalam yang ketat mempertahankan isolasi budaya dan prinsip pikukuh, serta kawasan Baduy Luar yang menunjukkan pola interaksi lebih terbuka dengan masyarakat sekitar.

Akses ke wilayah Baduy Dalam memerlukan izin khusus dari pemangku adat dan kepatuhan terhadap protokol budaya, termasuk larangan penggunaan alat elektronik tertentu dan pembatasan dokumentasi visual. Hal ini mencerminkan komitmen tim riset untuk menghormati otonomi budaya dan hak masyarakat adat atas pengetahuan tradisional mereka.

Ketua Tim Riset MoRA LPDP Prof. Dr. Lilis Sulastri, MM. mendokumentasikan kearifan lokal Baduy sebagai model ketahanan pangan berkelanjutan, 22-24 April 2026

Riset yang di pimpin oleh Prof. Dr. Lilis berupaya mengumpulkan data melalui Observasi partisipatif terhadap praktik pertanian, pengelolaan hutan, dan ritual ekologis; Wawancara mendalam dengan tetua adat, petani tradisional, dan perwakilan lembaga adat; Diskusi kelompok terarah (FGD) dengan pemuda dan perempuan Baduy untuk memahami perspektif lintas generasi; Dokumentasi visual terbatas sesuai protokol adat. Sebagai bagian dari validasi temuan awal, tim juga menggelar forum diskusi terbatas dengan pemangku kepentingan lokal di kawasan Baduy Luar pada hari terakhir kegiatan.

Tiga urgensi strategis dibalik riset yang dilakukan meliputi: (1) Krisis iklim dan kerawanan pangan global: Data BPS 2023 mencatat 22,8 juta penduduk Indonesia masih mengalami kerawanan pangan. Di saat yang sama, perubahan iklim mengancam produktivitas sistem pertanian konvensional; (2) Ancaman kepunahan pengetahuan tradisional: Hasbullah (2021) memperingatkan bahwa sekitar 60% pengetahuan tradisional masyarakat adat Indonesia terancam punah dalam dua dekade mendatang tanpa upaya dokumentasi sistematis; dan (3) Relevansi dengan agenda nasional: Riset ini sejalan dengan misi Astacita Prabowo-Gibran, khususnya Misi 2 (swasembada pangan berbasis ekonomi hijau) dan Misi 8 (harmonisasi kehidupan dengan lingkungan dan budaya).

Krisis ekologis abad ke-21 bukan semata soal keterbatasan teknologi, melainkan kegagalan cara pandang antroposentris yang menempatkan alam sebagai objek eksploitasi. Masyarakat adat seperti Baduy menawarkan alternatif melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan spiritualitas, budaya, dan ekologi. Karena  berdasarkan temuan awal, ketahanan ekologis-pangan Baduy dijaga melalui lima pilar strategis.

Prof. Dr. Lilis Sulastri menyatakan bahwa temuan awal riset ini membuka peluang strategis untuk penguatan kebijakan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Beberapa rekomendasi kebijakan yang akan diajukan tim meliputi pengakuan hukum terhadap masyarakat adat sebagai subjek utama pengelolaan lingkungan, integrasi pengetahuan lokal dalam kurikulum pendidikan, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kapasitas adaptif menghadapi perubahan iklim.

Berdasarkan temuan awal, ketahanan ekologis-pangan Baduy dijaga melalui lima pilar strategis: (1) Kosmologi Tri Tangtu di Buana sebuah Konsep yang membagi kehidupan ke dalam tiga lapisan saling terkait: spiritual, manusia, dan alam. Jika satu terganggu, keseluruhan sistem terdampak, pendekatan holistik yang melampaui paradigma sektoral modern; (2) Pikukuh sebagai etika internal, yaitu sebuah konsep yang berbeda dengan regulasi formal yang bersifat eksternal, pikukuh adalah etika yang diinternalisasi melalui kesadaran kolektif, mengatur relasi sakral manusia-alam; (3) Adaptasi Diferensiatif, yakni Baduy Dalam konsisten memegang pikukuh untuk menolak modernisasi merusak; Baduy Luar menerapkan adaptasi selektif tanpa mengorbankan prinsip inti, menunjukkan spektrum strategi adaptif yang fleksibel; (4) Praktik Hidup Rendah Karbon, yaitu Bertani organik, menjaga hutan sebagai ruang sakral, dan hidup dalam prinsip “cukup” bukti bahwa kesejahteraan tidak selalu identik dengan akumulasi materi; dan (5) Transmisi pengetahuan lintas generasi, yakni Praktik ekologis diwariskan melalui pendampingan langsung di lahan, ritual Seren Taun, serta sanksi sosial yang menjaga kepatuhan terhadap tata kelola adat.

“Mungkin, masa depan tidak terletak pada apa yang berhasil kita ciptakan melalui teknologi, tapi pada apa yang mampu kita jaga dengan kebijaksanaan. Ketika dunia berbicara tentang keberlanjutan sebagai tujuan, Baduy telah menjadikan harapan tersebut sebagai jalan hidup. Tugas kita adalah belajar dari mereka, bukan mengubah mereka”, ungkap Prof. Lilis Sulastri menutup sesi diskusi lapangan.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 17 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam