Sinergi GMKR dan MPUII: Langkah Bersama Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat

Terasjabar.co – Pada Minggu, 26 April 2026, Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) telah melakukan silaturahmi dengan pimpinan Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia (MPUII) bertempat di Hotel Sofyan, Jl. Cut Mutia, Jakarta. Salah satu kesepakatan penting silaturrahmi adalah GMKR dan MPUII akan melakukan sinergi dan kerja sama intens guna mengembalikan kedaulatan rakyat yang telah dirampas oligarki dalam 10 tahun terkahir.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan saling pengertian, terutama karena dilandasi kesamaan visi dan misi seperti terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Bertolak dari kesamaan tersebut, maka ke depan GMKR dan MPUII akan terus bersinergi dan melakukan kerja-kerja bersama dalam koridor dan prinsip-prinsip amar ma’ruf nahi munkar.

GMKG dan MPUII juga sepakat bahwa kondisi politik nasional saat ini menunjukkan adanya kecenderungan kuat dominasi oligarki melalui partai politik. Hal ini berimplikasi pada semakin tereduksinya kedaulatan rakyat dalam proses demokrasi dan juga dalam penyelenggaraan negara yang ternyata telah menyimpang semakin jauh dari cita-cita kemerdekaan.

GMKR sebagai gerakan moral lintas organisasi, lintas umat, dan lintas elemen masyarakat, menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan peningkatan kesadaran publik dan pendidikan politik. GMKR berharap dapat melakukannya bersama MPUII yang selama ini telah berperan sebagai gerakan politik keummatan, sehingga kesadaran dan hak politik rakyat bisa tercapai sesuai konstitusi.

Sebagai wadah strategis umat Islam yang bergerak di ranah politik kebangsaan, MPUII antara lain menyatakan berkomitmen mengambil peran aktif dalam proses seleksi kepemimpinan nasional dan daerah, serta memperkuat posisi umat dalam menentukan arah kebijakan negara ke depan. GMKR tentu saja menghargai dan ingin berpartisipasi membersamai komitmen kerja MPUII ini.

Dalam acara silaturahmi tersebut, GMKR antara lain diwakili oleh M. Said Didu, Marwan Batubara, Moeryono Aladin, Sudarto dan M. Nursam. Sedangkan dari pimpinan MPUII hadir antara lain Tengku Hasanuddin Y. A., Kiyai Achwan, Daniel Rosyid, Bambang Setyo, A. Rofi’i, Asep Syaripudin, dan lain-lain.

Sebagai penutup, butir-butir penting hasil silaturahmi dapat diringkas berupa: sinergi gerakan moral dan politik dalam koridor amar ma’ruf nahi munkar, Pancasila dan konstitusi; penguatan kesadaran publik tentang kedaulatan rakyat; berperan aktif menghadirkan pemimpin yang amanah, pro rakyat dan bebas dari kendali oligarki, dan; menjaga stabilitas sosial, persatuan umat, dan toleransi dalam bingkai NKRI.

Pertemuan GMKR dan MPUII ini menjadi langkah awal kolaborasi, sinergi dan kerja sama strategis yang lebih luas ke depan, dalam upaya membangun Indonesia yang adil, berdaulat, bermartabat dan bebas dari intervensi politik oligarkis.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777