Memahami Sejarah Dengan Metode Ibroh

Oleh:
Nunu A. Hamijaya 
(Sejarawan  Publik/Pusat Studi Sunda)
“Sejarah bukan hanya catatan, tapi hukum Allah yang berulang”
(Ibnu Khaldun)
Manusia adalah anak panah Tuhan. Ketika kita berpikir kita yang menentukan arah, justru Dia yang sedang membidik target-Nya”
(Ibnu Khaldun).

Terasjabar.co – Sejarah yang disampaikan al-Quran haruslah dibaca dalam kerangka memperoleh ibroh sehingga dapat dijadikan bahan-bahan  menyusun suatu perencanaan untuk  sebuah  aksi menyejarah bagi  mereka yang bertaqwa. Sebab baik diawal maupun diakhir perencanaan dan pelaksaaan dari para pelaku sejarah itu adalah menjadikan orang-orang yang bertakwa. Jadi  bukan sekedar berkuasa dan mempu mengelola bumi ini tanpa adanya nilai-nilai Ilahiyah nya.

Metode IBROH: Memahami Sejarah

Apakah Ibroh itu? Sebelum mengkajinya dari rujukan al-Quran, ternyata dalam konteks kearifan lokal sunda pengertian tentang  ibroh ini sudah terinternalisasi   dalam suatu ungkapan diawal tulisan ini yaitu: Nyawang ka tukang-Nganjang ka pageto.

Perhatikan  pengertian kata ibroh yang berasal dari kata ‘abara-ya’baru-‘abratan wa ‘ibrotan yang asalnya berarti “menyebrang dari satu teou sungai ke tepi yang lain yang ada di seberangnya”. Itulah mengapa sampan penyebrang dalam bahasa Arab disebut “abarah”.

Kata ibrah (عبرة) berasal dari `abara – ya`buru – `abratan wa `ibratan yang pada asalnya berarti menyeberang dari satu tepi sungai ke tepi yang lain yang ada di seberangnya. Karenanya, sampan penyeberang dalam bahasa Arab disebut `abbârah.

Terkait dengan hal ini, Imam Ghazali (450-505 H = 1058-1111 M) berkata: Makna I`tibar adalah seseorang yang menyeberang dari apa yang disebutkan kepada apa yang tidak disebutkan, karenanya ia tidak membatasi diri pada apa yang disebutkan sahaja (Ihya’ `Ulumud-Din 1/62).

Lalu Imam Ghazali member contoh sebagai penjelasan. Beliau berkata: Misalnya, seseorang menyaksikan suatu musibah yang menimpa orang lainnya, maka jadilah musibah itu sebagai ibrah baginya, maksudnya, orang itu “menyeberangkan” apa yang dilihat dan disaksikannya kepada dirinya untuk menggugah kesadarannya bahwa bisa saja dirinya terkena musibah yang mirip dengannya. Jadi, seseorang yang mengambil ibrah artinya ia menyeberangkan suatu peristiwa yang terjadi pada orang lain ke arah dirinya.

Dalam  Sejarah  selalu  ada I’tibar

Tak ada satupun peristiwa sejarah yang  tak terlepas dari i’tibar yang bermakna menjadikan sesuatu sebagai  “jembatan atau sampan  penyebarangan”. Kita  diberikan  kemampuan  untuk melakukan metodologi  al ibroh, sebagaimana  sudah dimiliki oleh para orang tua kita dahulu, yaitu suatu kemampuan untuk  melakukan  Nyawang ka tukang-Nganjang ka pageto.

Untuk memperolah ‘kemampuan’ memperoleh ibroh, mensyaratakan adanya  kemampuan  dasar, yaitu  hikmah. Merujuk bahasa Arab,  asalnya, kata hikmah punya beberapa arti (lafazh musytarak). Dalam Lisan al-Arab, Ibn  Manzhur menyebut hikmah itu al-qadha, artinya memutuskan. Sedang di al-Mu’jam al-Wasîth, hikmah berasal dari kata hakama, bermakna melarang atau menghalangi (mana’a). Hukum itu dikatakan tegak jika menghalangi seseorang berbuat kezhaliman.

Dalam Mafhum al-Hikmah fi al-Da’wah, Dr. Shaleh ibn Abdullah ibn Humaid menjelaskan, kata al-hikmah berasal dari kata al-hakamah. Yaitu tali kekang binatang yang dengannya orang bisa mengendalikan hewannya sesuai dengan keinginannya. Diharapkan, dengan hikmah, orang itu bisa terkendali dari akhlak-akhlak yang tidak terpuji.

Hikmah  dalam al-Qur’an

Kata hikmah juga didapati dalam al-Qur’an. Sebut misalnya, “Dan yang telah diturunkan kepada kalian dari kitab dan hikmah untuk memberikan nasihat dan pengajaran kepadamu,” (QS. Al-Baqarah [2]: 231). Hikmah di sini bermakna nasihat, seperti dikatakan ar-Razi mengutip pendapat al-Muqatil (Tafsir Mafatih al-Ghaib).

Hikmah juga bermakna pemahaman. Seperti ditunjukkan dalam ayat: “Dan Kami memberikan al-hikmah (pemahaman) kepadanya (Yahya) ketika dia masih kecil.” (QS. Maryam [19]: 12).

Ibn Katsir menerangkan bahwa Kami memberikan kepada Yahya pemahaman, ilmu, kesungguhan memenuhi panggilan kebaikan dan konsisten atasnya (Tafsir al-Qur’an al-Azhim).

Dalam  Tesis berjudul “Konsep Pendidikan Hikmah dalam al-Qur’an, UIKA Bogor 2016” Abd. Hafidh menyebut setidaknya ada 11 makna hikmah yang  beririsan dalam al-Qur’an.

Pertama; kenabian dan kerasulan (an-nubuwah wa ar-risâlah), kedua; tafsir (takwil) al-Qur’an (tafsir al-Qur’an wa ta’wiluhu), ketiga; memahami rahasia dan detail-detail syariat Islam (al-ilm wa fahm ad-daqa’iq wa al-fiqh fi ad-din), keempat; mengetahui kebenaran dan mengamalkannya (ma’rifatu al-haq wa al-amalu bihi), kelima; amal shalih (al-amal al-shalih), keenam; menghalangi kezhaliman (man’u azh-zhulm), ketujuh; nasihat dan peringatan (al-wa’zhu wa at-tazkir), kedelapan; ayat-ayat al-Qur’an, perintah-perintah dan larangan-larangannya (ayat al-Qur’an wa awamiruhu wa nawahihi), kesembilan, kemampuan akal memahami hukum-hukum syari’ah (hujjatu al-aql ala wifqi ahkam al-syari’ah), kesepuluh; meletakkan sesuatu pada tempat yang semestinya (wadh’u asy-syai’ fi maudhi’ihi), kesebelas; mengerjakan apa yang semestinya dikerjakan, di saat dan momen yang tepat.

Metode IBROH dalam Memahami Sejarah

Isyarat  tentang ibroh dalam memahami sejarah dan kisah berdasarkan rujukan al-Quran, memberikan penulis suatu formulasi sederhana  tentang bagaimana  Ibroh sebagai metode atau pisau analisis untuk memahami sejarah. Berikut ini formulasi yang dimaksud, yaitu memahami  sejarah untuk  memperoleh  “itibar” harus dimulai dengan  landasan-landasan berikut ini:

  1. ILMU – Memahami sejarah harus dimulai dengan  keimanan dilengkapi oleh ilmu. Lihat Q.S. al-Mujadalah ayat 11: “Allah  mengangkat derajat orang orang yang beriman dan berilmu pengetahuan kederajat yang Tinggi”. QS. Al Fathir: 28: “Sesungguhnya  yang  takut  kepada  Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (Fathir: 28). Dengan ilmu, orang-orang beriman lebih tinggi derajatnya  karena semakin meningkat ketakutannya   (takwa)-nya kepada Allah SWT.
  2. BALAGHOH – Kata balaghah (بلاغة) secara  etimologi barasal dari kata بلغ, yang memiliki arti sampai. Sama artinya dengan kata وصل. Makna ini sebagaimana terdapat dalam al-Quran, diantaranya dalam surat al-Kahfi, ayat 90 yakni: “Hingga apabila Dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur), Dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu”. Balaghoh  maknanya  adalah kemampuan menjelaskan sesuatu dengan  terbuka, jelas,  sesuai  dengan  tuntutan  situasi dan kondisi dalam   kosa-kata   yang   enak dibacanya.
  3. RO’YU. Kata  Ra’yu adalah mashdar dari kata “رأي”, yang secara etimologi berarti  melihat. Kata ra’yu atau yang semakna, banyak terdapat dalam al-Quran. Semua memberi isyarat terhadap penggunaan  akal  pikiran manusia mengenai alam sekitarnya. Dalam  proses pengambilan  hukum/ketetapan hukum, pasti menggunakan ro’yu dengan tetap merujuk kepada al Quran dan al Hadits. Maka, untuk memeroleh  ‘itibar’ dari sejarah/kisah wajib menggunakan sarana  Ro’yu  yang dilandasa rujukan al-Quran dan al-Hadits.
  4. ORBIT – Garis edar. Perhatikan ayat-ayat al Quran berikut ini: “Masing-masing beredar pada garis edarnya” (Yasin: 40). “Masing-masing beredar pada garis edarnya” (Al-Anbiya’: 33). “Masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan” (Az-Zumar: 5). Berdasarkan adanya prinsip orbit  yang berlaku bagi  benda-benda alam itu, al Quran menyebutnya sebagai  “Sunnatullah“. Dalam  kaitannya dengan sunatulloh pada sejarah manusia, al Quran menyebutnya sebagai ‘ajal’. Wa likulli ummatin ajalun fa izaa jaaa’a ajaluhum laa yastaakhiruuna saa’atanw wa laa yastaqdimuun. “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila  ajalnya tiba, mereka tidak dapat  meminta penundaan atau percepatan sesaat pun” (QS 7:34). Sengan demikian, dalam memeroleh i-tibar itu harus memperhatikan hukum  alam dan sejarah.
  5. HEROES – Tokoh pelaku sejarah. Dalam  al Quran,  menjelaskan peristiwa bersejarah pasti akan merujuk kepada adanya tokoh pelaku. Tokoh (ashkhāṣ) kisah dalam al-Qur’an sangat beragam, antara lain, berupa: manusia,  makhluk halus, burung dan serangga. Tokoh manusia ditampilkan dalam kisah-kisah al-Qura’an dengan menggunakan lafal al-ins, al-nas, al-insan, bashar, bani, qawm, dan ashab. Tokoh laki-laki ditampilkan dengan menggunakan lafal rajul, rijal, zakar. Adapun tokoh wanita ditampilkan dengan lafal nisa’, untha dan imra’ah.
Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 3 =

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global