Kemenag Kota Cimahi Perkenalkan “Realising Ikhlas Emotional Method” dalam Bimbingan Haji 2025
Terasjabar.co – Sebuah pendekatan baru dalam bimbingan ibadah haji diperkenalkan di Kota Cimahi melalui metode bertajuk Realising Ikhlas Emotional Method. Metode ini menjadi andalan dalam bimbingan konseling, khususnya untuk peserta bimbingan pra-nikah calon pengantin, program Bimbingan Keluarga Sakinah, hingga penanganan kasus permohonan perceraian yang ditangani BP4.
Metode ini diperkenalkan langsung oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Cimahi, Budi Ali Hidayat, yang juga menjadi pemateri utama pada kegiatan Bimbingan Manasik Haji (Bimsik) Kota Cimahi tahun 2025. Dalam sesi tersebut, metode ini langsung dipraktikkan kepada jemaah haji reguler asal Cimahi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan spiritual dan emosional sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Menurut Budi Ali Hidayat, Realising Ikhlas Emotional Method merupakan bentuk ikhtiar batiniah yang bertujuan untuk melepaskan endapan-endapan emosi yang dapat menghambat kelancaran ibadah haji. Ia menjelaskan, dalam konteks larangan haji dan umrah sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 197, terdapat tiga unsur utama yakni Rafats (nafsu syahwat yang muncul dari nafsu lawwamah), Fusuq, dan Jidal (pertengkaran yang berasal dari nafsu amarah). Ketiganya perlu disadari dan dilepaskan secara emosional agar perjalanan ibadah dapat berjalan dengan lancar.
“Dengan melepaskan emosi negatif, insya Allah jemaah haji akan lebih tenang, siap, dan ikhlas dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kelancaran proses pemberangkatan, perjalanan dengan pesawat, aktivitas di Makkah dan Madinah, termasuk saat Armuzna dan pemulangan ke tanah air,” jelasnya.

Metode ini melibatkan beberapa langkah, yakni:
-
Menerima emosi – mengakui keberadaan emosi tanpa menghakimi.
-
Mengamati emosi – menyadari emosi tanpa larut dalam narasi atau cerita.
-
Mengembangkan kesadaran – meningkatkan mindfulness terhadap pikiran dan perasaan.
-
Praktik tawajjuh – mendekatkan diri kepada Allah untuk mencapai ketenangan batin.
-
Mengembangkan empati – menumbuhkan empati terhadap diri sendiri dan sesama.
Budi Ali berharap, melalui penerapan metode ini, para jemaah haji maupun peserta bimbingan lainnya dapat membangun hubungan yang lebih seimbang antara diri, sesama, dan Allah SWT. Dengan keikhlasan emosional yang kuat, setiap ibadah dapat dilakukan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan.
“Ini bagian dari usaha Kemenag Kota Cimahi dalam menyukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun 2025. Tidak hanya kesiapan fisik dan logistik, tetapi juga kesiapan hati dan jiwa para jemaah,” pungkasnya.





Leave a Reply