International Community Service: Prof. Lilis Sulastri Presentasikan Program Listrik Tenaga Surya Bagi Daerah Terpencil
Terasjabar.co – Guru Besar Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI), UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.Ag., MM. menjadi narasumber dalam ajang International Community Service yang dilaksanakan pada Senin (16/12/2024).
Acara Webinar International ini bekerjasama dengan IAEB (International Association of Economic and Business) dengan mengambil tema “Accelerating Innovation and Collaboration in achieving Sustainable Development Goals (SDGs)”. Acara ini membahas program pengabdian masyarakat internasional sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu program yang dicanangkan PBB untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Webinar International Community Service ini menghadirkan pembicara lintas negara yakni, Indonesia (Prof. Lilis Sulastri-UIN Bandung), Malaysia (Prof. Ts Dr. Shafinar Ismail-UITM Malaysia), Singapura (Mhd. Edwin Elhamda, B. A. Hons-Sievelt), dan Oman (Dr. Weni Hawariyuni-University of Buraimi).
Tampil sebagai pembicara di International Community Service terkait program SDGs PBB, Prof. Lilis mempresentasikan pengabdian kepada masyarakat internasional melalui program Listrik Tenaga Surya bagi masyarakat miskin daerah terpencil di Kabupaten Indramayu, Sumedang, dan Cianjur.
Menurutnya, pengabdian masyarakat internasional lintas negara ini harus memiliki standar dan tujuan yang sama dalam mewujudkan program pembangunan berkelanjutan di masa yang akan datang, sesuai dengan yang dicanangkan oleh PBB yang dikenal dengan nama SDGs 17.
Lebih jauh, Ia memaparkan bahwa di era revolusi industri 4.0 ini, perguruan tinggi sangat ditantang untuk melakukan aktivitas pemberdayaan terkait pengabdian masyarakat yang tidak hanya di lingkungan kampus saja, tetapi bagaimana memanifestasikan proses pengabdian masyarakat ini secara nyata.
“Tentu tantangannya sangat besar, butuh paling tidak 3 hal penting yakni inovasi, kreativitas, kolaborasi, dan tentu ada hambatan-hambatannya yang bisa kita atasi bersama-sama”, ujar wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Manajemen, FEBI, UIN SGD Bandung ini.
Dijelaskannya, mengapa webinar ini bertajuk Internasional, sebab Indonesia dan negara negara Asia punya tantangan yang sama yaitu daya saing. Daya saing Perguruan Tinggi, daya saing hasil Riset, daya saing pengabdian masyarakat, yang tentu membutuhkan inovasi-inovasi baru, kolaborasi baru, inovasi baru dalam berbagai aspek di dunia pendidikan tinggi, misalnya dalam kolaborasi penelitian antara negara, akan lebih banyak memberikan benefit bersama sama dilakukan termasuk juga pengabdian masyarakat.
“Saya dari UIN SBD Bandung mengambil pengabdian masyarakat yang the reel comunity service, salah satunya terkait program pemasangan solar panel listrik tenaga surya bagi masyarakat ekstrim tidak berdaya, penghasilan 100 per bulan, 30.000 dia harus bayar listrik, dari pada 30.000 untuk listrik mendingan beli beras,” ungkapnya.
Jadi lanjut Ia, dengan program Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR) pemasangan solar Panel listrik tenaga surya,masyarakat bisa menikmati terangnya listrik dengan tidak perlu membayar alias gratis seumur hidup. Program ini harus juga berkaitan dengan program berkelanjutan yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu program yang dicanangkan PBB untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Pengabdian masyarakat internasional lintas negara ini harus memiliki standar tujuan yang sama dalam mewujudkan program pembangunan berkelanjutan di masa yang akan datang sesuai dengan yang dicanangkan oleh PBB yang kita kenal dengan SDGs 17.
“Di SDGs ada 17 program PBB,kami masuk satu persatu sesuai dengan kemampuan, kapasitas tiap negara, tapi kami punya tujuan yang sama yaitu di tahun 2030 semua target harus tercapai. Kalau di Indoensia terkait dengan water clean, energi, kita bantu dari sisi itu, tapi semua harus berkelanjutan, untuk menjaga lingkungan, ramah lingkungan, dan secara sosial ekonomi punya dampak benefit yang lain”, pungkasnya.






Leave a Reply