Kanwil Kemenag Jabar Terangi 50 Rumah Warga Desa Suka Slamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu
Terasjabar.co – Darini menjadi salah seorang yang paling bahagia, di Desa Suka Slamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu saat listrik dari tenaga surya (Solar Cell) menyalakan lampu warung dan rumahnya. Dengan lampu yang menerangi gelap, Darini dapat membuka warungnya hingga malam hari.
Lampu listrik yang menerangi Darini dan 50 rumah lainnya di Desa Suka Slamet berasal dari Program Kanwil Kemenag Jabar Menerangi Kegelapan, yang merupakan sebuah program untuk memberikan bantuan penerangan listrik bagi desa di Jawa Barat yang belum menikmati penerangan listrik.
“Di Jawa Barat masih ada sebagian penduduk yang belum sepenuhnya bisa menikmati perangan listrik, maka kami berikhtiar membuat program untuk masyarakat yang membutuhkan,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si. saat meninjau langsung pemasangan listrik di Desa Suka Slamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/5/2024).
Untuk pelaksanaan program tersebut, Ajam menuturkan bahwa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Volunter Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati, Bank BRI, BSI dan lainnya.

Ajam menargetkan dalam program pemberian solar cell ini di 100 titik di seluruh Jawa Barat. Sampai saat ini baru 70 titik dan masih tersisa 30 titik yang belum terpasang.
Terpilihnya Desa Suka Slamet menjadi tempat program ini, menurut Ajam dikarenakan desa ini memang betul-betul membutuhkan. Selama 27 tahun desa ini tidak dapat menerangan listrik. Target pemasangan solar cell di Desa Suka Slamet sebanyak 90 rumah. Namun sampai saat ini baru terpasang 50 rumah.
Ajam berharap dengan terpasangnya listrik di desa Suka Slamet ini masyarakat akan lebih giat dalam belajar, aktivitas meningkat dan tidak perlu lagi memikirkan biaya solar lagi untuk menerangi rumahnya.
Ujang Koswara, salah satu relawan, mengatakan bahwa warga desa Suka Slamet ini adalah penduduk resmi yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sudah 27 tahun lamanya warga desa tidak menikmati cahaya lampu.
“Program seperti ini sudah diimpikan oleh warga,” ujar Ujang.
Ujang menuturkan bahwa untuk menerangi rumahnya, warga di sini menggunakan lampu cempor berbahan solar, karena minyak tanah sudah tidak ada.
Kehadiran bantuan solar cell dapat mengurangi pengeluaran warga untuk membeli solar, karena solar cell sendiri merupakan sumber listrik tenaga matahari.
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN SGD Bandung periode 2023 -2027, Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.Ag., MM., CPHRM., CHRA., Wakil Dekan III FEBI UIN SGD Bandung, Dr. H. Kadar Nurjaman, SE., MM., Kepala Bagian Tata Usaha, H. M. Ali Abdul Latief, Kepala Kankemenag Kabupaten Indramayu, H. M. Mulyadi dan para Kepala Bidang yang berada di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar dan Pimpinan BRI.






Leave a Reply