Hari Pramuka, Zulkifly Chaniago Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Kepedulian Lingkungan dan Pembangunan
Bandung, 14 Agustus 2026 — Peringatan Hari Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan serta pembangunan daerah. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi IV, Zulkifly Chaniago, menilai gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, peduli, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Menurut Zulkifly, nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan kepramukaan, seperti disiplin, kemandirian, gotong royong, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap alam, sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus diberikan ruang untuk terlibat dan menjadi bagian dari proses pembangunan.
“Pramuka mengajarkan banyak nilai positif, salah satunya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter kuat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap daerah dan lingkungan tempat mereka tinggal,” ujar Zulkifly.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat yang berkaitan dengan pembangunan dan infrastruktur, Zulkifly menilai keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Mulai dari menjaga kebersihan, mengurangi sampah, melakukan penghijauan, hingga ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang baik harus diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawatnya. Karena itu, pendidikan karakter dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak usia muda menjadi investasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Zulkifly juga mendorong agar kegiatan kepramukaan semakin diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Program seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, konservasi sumber air, kegiatan sosial, hingga edukasi kebencanaan dinilai dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi secara nyata.
Ia menilai generasi muda Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi motor perubahan di tengah berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan perkembangan kawasan perkotaan yang semakin pesat. Semangat kepeloporan yang dimiliki anggota Pramuka diharapkan dapat menjadi energi positif dalam menjawab berbagai persoalan tersebut.
“Kalau sejak muda sudah dibiasakan peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, saya yakin mereka akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan daerahnya. Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Zulkifly berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Kwartir Gerakan Pramuka, sekolah, komunitas, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan.
Dalam momentum Hari Pramuka, Zulkifly mengajak seluruh generasi muda untuk terus mempertahankan semangat gotong royong, kepedulian, dan pengabdian. Menurutnya, semangat tersebut merupakan modal penting untuk menciptakan Jawa Barat yang semakin maju, berkelanjutan, dan memiliki generasi penerus yang kuat.
“Selamat Hari Pramuka. Jadilah generasi muda yang tangguh, peduli terhadap lingkungan, dan berani mengambil peran dalam membangun daerah,” pungkas Zulkifly.






Leave a Reply