Generation Z Speaks: Mahasiswa Manajemen UIN Bandung Dibekali Perspektif Global dalam Memilih Konsentrasi Manajemen di Era Kompetitif
Terasjabar.co – Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan International Webinar “Generation Z Speaks: An International Webinar on Academic and Professional Specialization” sebagai forum inspiratif yang mempertemukan mahasiswa dengan akademisi, praktisi, serta mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi magister di Adam Smith Business School (ASBS), University of Glasgow, Scotland, United Kingdom, Selasa (7/7/2026).
Mengusung tema “Shape Your Expertise, Lead Your Future”, webinar ini menjadi ruang dialog strategis bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya menentukan fokus peminatan (specialization) yang tepat sejak masa perkuliahan sebagai bekal menghadapi dinamika dunia kerja global yang semakin kompetitif, terdigitalisasi, dan lintas budaya.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prof. Dr. Iwan Setiawan, M.E. Sy., yang menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing pada tingkat internasional. Tutur hadir Wakil Dekan III, Dr. H. Kadar Nurjaman, SE., MM., dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada team panitia dari himpunan mahasiswa jurusan manajemen atas terselenggaranya kegiatan webinar berskala internasional dengan menghadirkan para mahasiswa dengan talenta terbaik.
Belajar Langsung dari Pengalaman Mahasiswa Indonesia di Kampus Global
Keunikan webinar ini terletak pada kehadiran empat panelis muda Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Adam Smith Business School, University of Glasgow, yaitu, Afif Kusuma Ajrurahman, S.Ars., M.B.A., M.Sc., Daniella Nathannia Nimeesha Lagut, S.M., M.Sc., Zahra Nabila Khairunnisa, S.M., M.M., serta Farizki Maulana Rafliansyah, S.M., M.B.A., M.Sc., dan di pandu oleh moderator Hawa Ashfannisa.
Melalui perspektif Generation Z, para panelis membagikan pengalaman nyata mengenai sistem pembelajaran di universitas kelas dunia, budaya akademik internasional, metode riset, kolaborasi multidisiplin, hingga tantangan beradaptasi dalam lingkungan global yang sangat kompetitif.

Diskusi menyoroti bahwa keberhasilan karier di masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga oleh kemampuan membangun spesialisasi keilmuan, kompetensi digital, kemampuan analitis, komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Para panelis menegaskan bahwa di berbagai universitas dunia, batas antar bidang ilmu semakin cair. Mahasiswa didorong mengintegrasikan kemampuan bisnis dengan teknologi digital, analisis data, keberlanjutan (sustainability), kewirausahaan, dan inovasi sosial agar memiliki daya saing internasional.
Menentukan Konsentrasi Bukan Sekadar Memilih Mata Kuliah
Webinar pemilihan konsentrasi atau peminatan kelompok keahlian juga menghadirkan tiga narasumber dosen sekaligus alumni yang berprofesi sebagai tenaga pendidik yang berkarir di almamater, yaitu Dr. H. Iman Supratman, S.Pd.I,. M.Ag., Azhar Nafis Ihsan, SE., MSM,. dan Akbar Riskal Amani, SE., MSM., yang menyampaikan berbagai informasi terkait alur, proses serta potensi perkembangan keilmuan manajemen yang memerlukan skill dan pengetahuan modern untuk mendukung perkembangan karir para lulusan dimasa depan. Oleh karenanya menjdai penting Ketika mahasiswa memilih konsentrasi akademik sesuai minat, potensi, serta kebutuhan industri masa depan. Para panelis menjelaskan bahwa ketiga konsentrasi utama program studi manajemen memiliki prospek global yang sama-sama menjanjikan apabila dikembangkan secara serius.
Terdapat beberapa pilihan kelompok peminatan atau Konsentrasi, pertama konsentrasi Manajemen Keuangan diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu memahami financial strategy, investment analysis, fintech, sustainable finance, ESG (Environmental, Social, Governance), manajemen risiko, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Pilihan berikutnya dalah Konsentrasi Manajemen Pemasaran dimana semakin berkembang menuju digital marketing, artificial intelligence marketing, customer analytics, branding global, e-commerce, social media strategy, dan consumer behavior dalam ekonomi digital. Sementara itu, Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) kini menjadi bidang strategis yang tidak lagi sekadar mengelola tenaga kerja, melainkan bertransformasi menjadi pengelolaan human capital, talent management, organizational development, people analytics, employee experience, future of work, serta kepemimpinan dalam organisasi global.
Mempersiapkan Lulusan Berdaya Saing Global
Dalam paparannya, Prof. Dr. Hj. Lilis Sulastri, S.Ag., M.M., CPHRM., CHRA., Guru Besar Ilmu Manajemen sekaligus ketua prodi Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menegaskan bahwa memilih konsentrasi bukan sekadar menentukan bidang studi, tetapi merupakan proses membangun identitas profesional sejak di bangku kuliah. Menurut beliau, era global saat ini menuntut lulusan yang memiliki depth of expertise sekaligus breadth of perspective. Mahasiswa harus memiliki penguasaan keilmuan yang mendalam pada bidang pilihannya, namun tetap mampu berpikir lintas disiplin, adaptif terhadap perubahan teknologi, memiliki wawasan internasional, serta berkarakter kuat.
Beliau juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membangun ekosistem pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri global melalui kolaborasi internasional, penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), experiential learning, riset kolaboratif, dan penguatan jejaring akademik dunia.
Kolaborasi Internasional untuk Generasi Masa Depan
Kegiatan Webinar Internasional menjadi bagian dari komitmen Program Studi Manajemen FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperluas jejaring internasional sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap berbagai peluang studi lanjut maupun karier global. Melalui interaksi langsung dengan mahasiswa Indonesia yang telah merasakan atmosfer akademik di salah satu universitas terbaik dunia, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi profesional masa depan yang mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi, teknologi, dan dunia kerja internasional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk lebih percaya diri mempersiapkan diri sejak dini, memilih konsentrasi yang sesuai dengan passion dan potensi, serta terus mengembangkan kapasitas agar mampu menjadi lulusan yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga mampu berkontribusi di panggung global.
“Shape Your Expertise, Lead Your Future” menjadi pesan utama webinar bahwa keberhasilan masa depan dibangun melalui keputusan akademik yang tepat hari ini, penguasaan kompetensi yang relevan, serta keberanian untuk terus belajar dan berkolaborasi dalam lingkungan global.






Leave a Reply