Kemudahan Investasi Jangan Hanya di Atas Kertas, Tetep Abdulatip Dorong Kepastian bagi Dunia Usaha
Bandung, 20/4/26 — Jawa Barat memiliki daya tarik besar bagi dunia usaha dan investor. Realisasi investasi Jawa Barat pada triwulan I 2026 mencapai Rp76,8 triliun, menunjukkan besarnya aktivitas penanaman modal di daerah.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Tetep Abdulatip mengatakan capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan investasi. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian dalam proses perizinan, pelayanan pemerintah, infrastruktur, dan regulasi.
“Investor membutuhkan kepastian. Jangan sampai secara aturan terlihat mudah, tetapi ketika masuk ke lapangan justru menghadapi proses yang panjang dan tidak jelas,” ujar Tetep.
Ia menilai pemerintah daerah perlu terus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Proses perizinan yang melibatkan banyak instansi harus memiliki jalur pelayanan yang jelas sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha.
Tetep juga mengingatkan bahwa kemudahan investasi tetap harus berjalan bersama dengan kepentingan masyarakat. Setiap investasi perlu memperhatikan dampak ekonomi, lingkungan, serta hubungan dengan masyarakat sekitar.
Menurutnya, investasi yang sehat bukan hanya investasi yang cepat masuk, tetapi investasi yang mampu bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah perlu membangun iklim usaha yang memberikan kepastian sekaligus menjaga kepentingan publik.
“Kalau investasi masuk kemudian membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal, tentu manfaatnya lebih besar. Jadi yang kita cari bukan sekadar modal masuk, tetapi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Tetep berharap capaian investasi Jawa Barat dapat terus diikuti dengan peningkatan kualitas tata kelola. DPRD, kata dia, memiliki peran untuk memastikan kebijakan investasi tetap berada dalam kerangka kepentingan pembangunan daerah dan masyarakat.






Leave a Reply