Banjir Bandang Sumatera Utara dan Hilangnya Jiwa Pancasila dalam Pengelolaan Lingkungan

Oleh:
Hafsah Halimatus Sa’diyah
(Mahasiswa Program Studi Sosiologi, FISIP, UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Terasjabar.co – Dilihat dari situasi saat ini, Indonesia sedang menghadapi bencana alam berupa banjir bandang yang bahkan disebut sebagai bencana nasional. Banjir bandang tersebut terjadi di wilayah Kepulauan Sumatera Utara (Sumut) dan telah merendam ratusan desa.

Peristiwa ini menyebabkan kerusakan yang cukup parah, mulai dari rumah warga, fasilitas umum, hingga akses jalan yang terputus. Ribuan masyarakat harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sementara pemerintah, warga indonesia dan berbagai lembaga kemanusiaan bergerak untuk menyalurkan bantuan darurat.

Bencana ini juga menyisakan dampak psikologis bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Hujan ekstrem menjadi pemicu terjadinya banjir bandang tersebut, namun akar persoalan bencana ini sebenarnya jauh lebih kompleks, yaitu kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan, penggundulan hutan, serta lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas yang merusak alam.

Di sinilah terlihat bahwa nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya diterapkan dalam praktik pembangunan bangsa. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh kurangnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jika nilai Ketuhanan Yang Maha Esa benar-benar dijalankan, maka manusia akan memiliki kesadaran moral untuk menjaga dan memelihara alam karena alam sendiri adalah anugerah Tuhan. Namun kenyataannya, praktik eksploitasi alam yang berlebihan, pembukaan lahan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan, dan pengabaian terhadap keseimbangan alam menunjukkan bahwa rasa syukur dan tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan belum sepenuhnya diwujudkan.

Selanjutnya, nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menciptakan adanya sikap peduli terhadap sesama manusia dan sesama warga Indonesia. Kerusakan lingkungan yang berujung pada banjir bandang justru mengakibatkan penderitaan bagi ribuan warga, khususnya anak-anak, lansia, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Ketika lingkungan rusak dan keselamatan
masyarakat terancam, hal itu menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan belum dijalankan secara maksimal, baik oleh masyarakat, pemerintah, maupun pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan lingkungan.

Dari nilai Persatuan Indonesia, bencana ini seharusnya menjadi pengingat bahwa upaya menjaga lingkungan merupakan kewajiban sebagai rakyat Indonesia dan sebagai penghuni alam. Namun kenyataannya menunjukkan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sering kali tidak sejalan. Tumpang tindih kebijakan, lemahnya tanggung jawab dan pengawasan, hingga minimnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, mencerminkan belum terwujudnya rasa kebersamaan dalam menjaga kelestarian bumi yang menjadi tempat tinggal bersama.

Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan juga memiliki hubungan erat dengan persoalan lingkungan. Kebijakan publik mengenai tata ruang, perizinan industri, dan pemanfaatan hutan seharusnya berlandaskan pada musyawarah yang mempertimbangkan keselamatan rakyat serta keberlanjutan ekosistem jangka panjang. Namun kenyataannya, banyak kebijakan terkait lingkungan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat atau bahkan mengabaikan suara masyarakat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip demokrasi yang bijaksana belum sepenuhnya tercermin dalam proses pengambilan keputusan.

Terakhir, nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menuntut pemerataan kesejahteraan dan perlindungan bagi seluruh warga negara. Dalam konteks bencana banjir bandang, kelompok masyarakat kecil sering kali menjadi pihak yang paling terdampak karena mereka memiliki akses terbatas terhadap fasilitas mitigasi, dan mengalami kesulitan dalam pemulihan pascabencana. Ketidakadilan lingkungan seperti ini memperlihatkan bahwa pembangunan belum merata dan nilai keadilan sosial belum sepenuhnya diwujudkan.

Melalui pemahaman tersebut, jelas bahwa bencana banjir bandang di Sumatera Utara tidak hanya menjadi peringatan akan krisis ekologis, tetapi juga menjadi cerminan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila masih perlu diperkuat, dipraktikkan, dan diintegrasikan dalam setiap aspek pembangunan berkelanjutan. Dengan menerapkan Pancasila secara utuh, Indonesia dapat membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia, alam, dan negara.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 4 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam