Program Studi Sosiologi FISIP UIN Bandung Dorong Integrasi Nilai Lokal dalam Mitigasi Bencana di Desa Sawahdadap
Terasjabar.co – Dosen Program Studi S1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu (1/10/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Refleksi, Evaluasi, dan Integrasi Nilai Lokal dalam Sistem Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas di Desa Sawahdadap 2025” ini dipusatkan di Aula Kantor Desa Sawahdadap dan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB.
Acara menghadirkan Ketua Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Kustana, M.Si., CSP. sebagai narasumber utama yang memaparkan pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal dalam upaya mitigasi bencana berbasis komunitas yang dimoderatori oleh H. Irwandi, S.Sos., SE., M.Ag.
Turut hadir pula sejumlah dosen dari Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yakni Dr. Muhamad Zuldin, M.Si., Dr. H. Bukhori, M.Ag., Drs. Moh. Anif Arifani, M.Ag., Hadi Nur Amin, S.Sos., M.Ag., Rasdica Denara Hernowo Puteri, S.Sos., M.Si., serta Nenden Liska Ghifari, M.Hum.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa sistem mitigasi bencana yang efektif harus berbasis pada model pemberdayaan partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan.
“Masyarakat, yang selama ini kerap diposisikan hanya sebagai objek kebijakan, perlu diubah perannya menjadi subjek aktif yang mampu menggerakkan potensi lokalnya”, kata Kustana.
Lebih lanjut, Kustana menegaskan pentingnya membangun sistem mitigasi dengan prinsip collaborative governance, di mana pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal bekerja sama secara sinergis.
“Selain itu, modal sosial berupa solidaritas, jaringan, dan kepercayaan antarwarga perlu diperkuat sebagai fondasi untuk menciptakan ketangguhan komunitas menghadapi bencana”, jelasnya.

Kegiatan PKM ini menjadi ruang refleksi bersama masyarakat desa untuk meninjau kesiapan, mengevaluasi praktik yang sudah berjalan, serta mencari pola integrasi nilai-nilai lokal dalam sistem mitigasi bencana.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Cimanggung yang dikenal rawan longsor.
Melalui forum ini, warga didorong untuk aktif menyampaikan pengalaman lokal serta gagasan mereka dalam membangun sistem mitigasi yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kustana menegaskan bahwa PKM ini bukan hanya agenda akademik, tetapi juga wujud komitmen Program Studi Sosiologi dalam mendampingi masyarakat desa menghadapi tantangan kebencanaan dengan mengedepankan kearifan lokal.






Leave a Reply