Pembangunan Infrastruktur di Jabar Terus Digenjot, Zulkifly Chaniago Dorong Pemerataan dan Keberlanjutan
Terasjabar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Proyek-proyek strategis di berbagai sektor seperti jalan, jembatan, irigasi, air bersih, dan listrik desa terus dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago, BE., menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan tulang punggung pembangunan daerah, karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
“Pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran yang signifikan melalui APBD 2025 untuk infrastruktur prioritas. DPRD Jawa Barat, khususnya Komisi IV, terus mendorong agar pembangunan dilakukan secara merata dan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan,” ujar Zulkifly.
Dalam tahun anggaran 2025, fokus pembangunan infrastruktur mencakup: 1). Peningkatan dan pemeliharaan jalan provinsi untuk menunjang kelancaran arus barang dan jasa, 2). Penguatan akses air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan atau kekurangan layanan sanitasi, dan 3). Program elektrifikasi desa (Jabar Caang) yang menargetkan rumah tangga di desa-desa terpencil agar segera menikmati aliran listrik.
Zulkifly menyebutkan bahwa masih ada lebih dari 120 ribu rumah di 1.700 desa yang belum teraliri listrik. Untuk itu, program Jabar Caang menjadi prioritas agar pemerataan energi dapat tercapai.
“Kami tidak ingin ada warga Jawa Barat yang tertinggal hanya karena infrastruktur dasarnya belum tersedia. Komisi IV terus mendorong koordinasi antara Pemprov, Pemkab/Pemkot, dan pemerintah pusat,” katanya.
Selain penganggaran, kata Zulkkfly, Komisi IV DPRD Jabar juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur. Menurut Zulkifly, salah satu tantangan utama adalah kualitas pelaksanaan proyek dan ketepatan sasaran program.
“Kami memastikan tidak hanya proyeknya yang berjalan, tapi juga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Termasuk pengawasan terhadap penyedia jasa dan efisiensi penggunaan anggaran,” tambahnya.
Zulkifly juga menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam proses pembangunan agar tidak menimbulkan ketimpangan atau tumpang tindih proyek antarinstansi.
Zulkifly berharap pembangunan infrastruktur di Jawa Barat ke depan dapat lebih inklusif, ramah lingkungan, dan berpihak kepada rakyat kecil.
“Infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik, tapi sarana pemerataan kesejahteraan. Kita ingin setiap jengkal pembangunan membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.






Leave a Reply