Soroti Minimnya SMA/SMK Negeri di Jawa Barat, Ronny Hermawan Dorong Pemerataan Akses Pendidikan
Terasjabar.co – Provinsi Jawa Barat kembali menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan menengah atas. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar serta pertumbuhan populasi yang terus meningkat, persaingan untuk dapat mengakses pendidikan formal, khususnya di sekolah negeri, semakin ketat.
Proporsi penduduk usia SMA di Jawa Barat tergolong tinggi. Namun, jumlah sekolah menengah atas negeri (SMAN/SMKN) yang tersedia belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut. Ketimpangan ini membuat banyak lulusan SMP kesulitan memperoleh bangku di sekolah negeri, terutama di wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi.
Di sisi lain, daerah pedesaan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan. Persebaran penduduk yang tidak merata membuat beberapa wilayah kekurangan sekolah negeri berkualitas, sementara wilayah urban justru kelebihan peminat. Kondisi ini mendorong sebagian siswa terpaksa memilih sekolah swasta yang biayanya lebih tinggi, sehingga menambah beban ekonomi keluarga.
Minimnya akses pendidikan menengah atas diyakini akan berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia Jawa Barat di masa mendatang. Pendidikan tingkat SMA/SMK merupakan tahap krusial sebelum memasuki dunia kerja maupun jenjang pendidikan lebih tinggi.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Ronny Hermawan, menyoroti serius persoalan ini. Ia menilai kekurangan jumlah sekolah negeri telah menimbulkan kesenjangan akses pendidikan antarwilayah dan semakin menyulitkan siswa lulusan SMP untuk mendapatkan pendidikan menengah atas, khususnya di sekolah negeri.
Ronny mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat pembangunan sekolah baru di berbagai daerah. Ia optimistis langkah tersebut dapat diwujudkan di bawah kepemimpinan Gubernur terpilih, Dedi Mulyadi.
“Pembangunan SMAN dan SMKN baru sangat mendesak untuk mengurangi beban persaingan dalam PPDB serta memastikan setiap anak di Jawa Barat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujar Ronny.
Ia berharap pembangunan sekolah baru dapat dilakukan secara merata agar tidak hanya mengatasi kelebihan murid di wilayah perkotaan, tetapi juga memperluas akses pendidikan bagi masyarakat pedesaan.
Upaya pemerataan ini dinilai kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat dan memastikan seluruh generasi muda memiliki peluang yang adil dalam menata masa depan.






Leave a Reply