Komisi IV DPRD Jabar Minta BPJT Dorong Percepatan Penyelesaian Pembangunan Tol Di Jawa Barat

Terasjabar.co – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di Jakarta, Rabu (14/12/2022).

Kunjungan Komisi IV DPRD Jabar yang membidangi pembangunan ini dalam rangka mengetahui progres pembangunan jalan tol yang berada di wilayah Jawa Barat.

DPRD Provinsi Jawa Barat berharap Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bisa mendorong percepatan penyelesaian pembangunan tol di Jawa Barat. Hal ini sangat penting untuk bisa menjamin konektivitas antar wilayah di Jawa Barat sehingga dapat semakin menimbuhkan perekonomian di Jawa Barat.

Berdasarkan informasi keseluruhan jalan tol yang ada di Jawa Barat hingga hari ini terdapat 21 ruas. Dari keseluruhan ruas tersebut, total panjangnya 1.074 kilometer. Rinciannya: panjang yang sudah beroperasi 620 km, dalam tahap konstruksi 135 km, dan dalam tahap persiapan 319 km.

Tol Cisumdawu dan Tol Getaci merupakan dua tol yang paling mendapat sorotan. Hal ini bisa dipahami mengingat begitu sangat strategisnya kedua ruas tersebut. Jadi, tidak aneh jika para wakil rakyat di bumi pasundan memberikan perhatian serius.

Menginggat kedua ruas tol tersebut diharapkan menjadi penghubung utara-selatan bagian timur Jawa Barat. Bahkan, Getaci akan menghubungkan Jabar-Jateng. Dengan panjang 206,7 km, tol yang disebut-sebut akan menjadi ruas tol terpanjang tersebut akan terhubung hingga ke Cilacap di Provinsi Jawa Tengah.

Tol Cisumdawu sendiri diharapkan menjadi akses yang akan sangat meningkatkan fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Jika Tol Cisumdawu diopersionalkan secara penuh, BIJB Kertajati diharapkan berfungsi secara lebih maksimal.

Tol Cisumdawu yang panjangnya 61,72 kilometer itu dibagi menjadi dua Tahap. Masing-masing tahap terdiri dari tiga Seksi. Tahap I Cileunyi-Pamulihan-Sumedang-Cimalaka (Seksi1-3) sepanjang 32,5 km. Tahap II (Seksi 4-6) Cimalaka-Legok-Ujungjaya-Dawuan sepanjang 29,2 km.

Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan akan memangkas waktu dan jarak tempuh Bandung ke BIJB Kertajati. Dengan demikian, biaya yang dibutuhkan pun akan terpangkas pula. Jika itu terjadi, BIJB Kertajati tidak akan lagi menggeliat, tetapi akan langsung melesat.

“Kalau jalan tol yang 21 ini sudah berfungsi, operasional semuanya saya yakin apalagi kalau bandara, patimban beroperasi, running well semua, saya kira ekonomi jawa barat tentu akan menggeliat jauh lebih besar”, ujar Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat disela kunjungan kerja Komisi IV ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Rabu (14/12/2022).

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *