Achdar Sudrajat: Pemerintah Harus Tegas Selesaikan Persoalan Minyak Goreng

Terasjabar.co – Kelangkaan minyak goreng (migor) yang terjadi belakangan ini menjadi sorotan publik, terutama pelaku usaha yang menjadikannya sebagai bahan pokok pendukung.

Sebab, usai pemerintah pusat mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET), keberadaan minyak goreng kemasan premium di pasar langsung melimpah. Namun, harganya pun naik mencapai Rp 60 ribu per dua liter.

Merespon hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, H. M. Achdar Sudrajat, S.Sos. menilai pemerintah sudah berusaha maksimal menyelesaikan persoalan minyak goreng walaupun hasilnya belum optimal.

Menurutnya, untuk menyelesaikan permasalahan minyak goreng tidaklah terlalu sulit, karena pemerintah hanya mengurus beberapa perusahaan besar.

“Saya rasa tidak terlalu sulit, asal pemerintah mau tegas, jadi kuncinya harus tegas dalam menyelesaikan persoalan minyak goreng ini” kata Achdar kepada Terasjabar.co, Jumat (18/3/2022).

Oleh karena itu, Achdar meminta pemerintah tegas untuk memetakan persentase hasil olahan kelapa sawit yang diekspor dan yang digunakan untuk bio solar.

“Harus tegas dan diawasi. Misalkan ekspor yang harusnya 30 persen jadi 35 persen. Siapa tau gitu. Sebetulnya kebijakan itu kalau dilakukan dengan tegas tidak akan terjadi hal semacam ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi mencabut HET untuk minyak goreng kemasan dan diserahkan ke pasar.

Sedangkan, HET minyak curah mendapatkan subsidi dari pemerintah tapi mengalami kenaikan dari Rp 11.500 menjadi Rp 14 ribu per liter.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *