Wasekjen Partai Demokrat: AHY Tidak Akan Pernah Meninggalkan Rakyat
Terasjabar.co – Ketua Umum (ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak akan pernah meninggalkan rakyat. AHY akan fokus dengan kerja-kerja untuk memperjuangkan harapan rakyat. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Irwan, Senin (28/2/2022).
“Ketum AHY tidak akan pernah meninggalkan rakyat dengan isu perpanjangan masa jabatan presiden, penundaan pemilu, dan lain-lain. Ketum AHY akan fokus pada kerja-kerja memperjuangkan harapan rakyat,” kata Irwan.
Irwan menyoroti usulan penundaan pemilu oleh sejumlah ketum partai politik (parpol). Penundaan itu tentu akan berdampak terhadap perpanjangan masa jabatan presiden. Secara politik, menurut Irwan, mundurnya para ketum partai dari pencapresan tentu menjadi momentum untuk AHY.
“Jadi, mundurnya ketum-ketum itu adalah momentum emas Ketum AHY untuk berkoalisi dengan rakyat. Silakan saja mereka mundur. Kami akan tetap berkoalisi dengan rakyat. Fokus Partai Demokrat di situ,” tegas Irwan.
Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) ini menegaskan usulan dari para ketum untuk menunda pemilu sebetulnya bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.
“Ketum-ketum yang tadinya ingin maju capres (calon presiden) kemudian mundur dengan mengusulkan penundaan pemilu itu sebetulnya meninggalkan rakyat. Karena pada diri mereka ada harapan rakyat, tetapi mereka mengkhianati rakyat,” kata Irwan.
Merujuk hasil survei Litbang Kompas, Irwan mengatakan elektabilitas Demokrat mencapai 10,7 persen. AHY juga menjadi salah satu capres potensial yang dipilih oleh rakyat. Irwan menyatakan kerja-kerja AHY, termasuk partainya sudah teruji dalam survei itu. Misalnya, program gerakan nasional Partai Demokrat peduli dan berbagi yang telah berjalan sejak awal Covid-19. Kemudian, AHY juga terbukti berani dan tegas dalam menghadapi KLB Moeldoko.
“AHY makin ke sini selalu berpihak terhadap rakyat. Melalui pembelaaan sejumlah isu, seperti terkait JHT, kelangkaan minyak goreng, Wadas, termasuk juga sebelumnya RUU Cipta Kerja. Survei Litbang Kompas makin menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan AHY bersama kader Partai Demokrat sudah tepat,” tegas Irwan.
Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim ini optimistis elektabilitas partainya akan terus meningkat. “Kami, bahkan optimistis bisa menjadi tiga besar pemenang Pemilu 2024. Koalisi dengan rakyat juga akan makin kuat,” tuturnya.
Sebelumnya, AHY mengatakan penundaan Pemilu 2024 yang disuarakan beberapa pihak merupakan wacana tidak logis, karena bertentangan dengan konstitusi dan demokrasi.
“Ada yang menginginkan dan menyuarakan sebaiknya pemilu diundur. Menurut saya, ini pernyataan yang tidak logis. Apa dasarnya, yang jelas itu tidak sesuai dengan konstitusi bahwa ada masa kepemimpinan yang harus dipatuhi bersama, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota,” kata AHY, Minggu (27/2/2022).
AHY juga menyoroti perihal munculnya penundaan Pemilu 2024 yang mengatasnamakan aspirasi rakyat. AHY menyebut klaim tersebut tidak berdasar.
“Masyarakat yang mana yang didengarkan. Yang jelas, Demokrat mengelilingi 34 provinsi, ratusan kabupaten/kota, yang ada masyarakat justru mengeluh terhadap situasi hari ini yang tidak kunjung membaik. Kalaupun ada yang membaik, itu lambat,” ujarnya.
Dengan demikian, AHY memandang wacana penundaan Pemilu 2024 yang mengatasnamakan aspirasi masyarakat justru terkesan memainkan suara rakyat.
AHY mengatakan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19, tidak sepatutnya dijadikan alasan menunda pesta demokrasi. Hal ini mengingat Pilkada 2020 tetap berlangsung meski kondisi pandemi lebih mengkhawatirkan dibanding saat ini.
“Saat Pilkada 2020, dikatakan juga tidak ada negara mana pun yang menunda pemilu dan pilkada hanya karena pandemi dan resesi ekonomi. Dijalankan lah Pilkada 2020, padahal itu sedang gawat-gawatnya pandemi. Jadi artinya, bangunan narasi (penundaan Pemilu 2024) yang disampaikan itu tidak logis, tidak adil, dan tidak berpihak kepada rakyat,” tegas AHY.





Leave a Reply