Minyak Goreng dan Kedelai Masih Langka, DPRD Jabar Minta Pemerintah Siapkan Solusi
Terasjabar.co – Kelangkaan Minyak Goreng dan Kedelai yang terjadi belakangan ini masih menjadi polemik. Oleh sebab itu, DPRD Jabar meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota segera mencari solusi walaupun sebelumnya telah mendapatkan pasokan 30 juta liter minyak goreng.
Wakil Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, pihaknya selalu memantau kelangkaan bahan pokok yang terjadi saat ini. Didasari hal itu, Ineu meminta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota harus memantau kelangkaan minyak goreng dan kedelai.
“Sekarang sudah ada beberapa tambahan untuk pengadaan minyak goreng di beberapa kabupaten/kota dari provinsi. Saya minta ini secara terus menerus dilakukan hingga harga stabil dan tidak ada kelangkaan,” kata Ineu, Selasa (22/2/2022).
Sementara itu, ia juga meminta pemerintah menyelesaikan kelangkaan kedelai di sejumlah daerah. Mengingat, dalam waktu dekat, bulan ramadan akan segera hadir.
“Kita sudah akan menyambut bulan ramadan lalu lebaran, yang mana minyak goreng dan kedelai menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Pasalnya, di tengah masa pandemi Covid-19 ketahanan pangan menjadi sangat vital untuk menunjang keberlangsungan kehidupan masyarakat.
“Kita mampu untuk mengadakan kebutuhan pangan itu, kenapa tidak. Kedelai tumbuh di Jabar. Saya berharap Jabar bisa menjadi pelopor untuk menyelesaikan masalah pangan,” lanjutnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Jabar, Buky Wibawa Karya Guna mengaku kelangkaan bahan pokok yang terjadi sangat memprihatinkan. Sebab, tahu dan tempe merupakan makanan yang paling dekat dengan lidah masyarakat yang berbahan baku kedelai yang dikendalikan oleh asing.
“Kita kayak bukan negara yang bisa menanam kedelai. Ini pekerjaan rumah sejak lama,” kata Buky.
Oleh karena itu, program ketahanan pangan harus segera direalisasikan. Pasalnya, ketahanan pangan akan menentukan ketahanan sebuah bangsa.
“Sejak awal pandemi Covid-19 saya sudah mengingatkan kepada Pemprov Jabar untuk memikirkan mengenai ketahanan pangan,” lanjutnya.
“Saya kira program petani milenial harus segera disinkronkan dengan situasi darurat seperti ini,” tambahnya.
Senada dengan Ineu dan Buky, Anggota DPRD Jabar, Cucu Sugyati meminta bidang pertanian di Jabar harus mendapatkan dukungan yang lebih dari sebelumnya. Kemudian, kelangkaan-kelangkaan yang terjadi harus diwaspadai dan dicari solusinya.
“Untuk kedelai, saya kira untuk di Jabar kita bisa menanam,” tutup Cucu.






Leave a Reply