Soal Usulan Jadikan BIJB RS Darurat Covid-19, Ini Kata Toni Setiawan
Terasjabar.co – Masyarakat, pengamat, bahkan sebagian legislator sempat mengusulkan agar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati difungsikan sebagai rumah sakit (RS) darurat Covid-19. Mengingat, selama ini BIJB Kertajati terkesan mati suri akibat sepinya penerbangan dari Kabupaten Majalengka.
Menyikapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Drs. Toni Setiawan, M.IPol. memaparkan, persiapan RS darurat Covid-19 di BIJB Kertajati membutuhkan anggaran yang cukup besar, membutuhkan waktu, apalagi di tengah kondisi saat ini. Selain itu, infrastruktur ke BIJB Kertajati juga dinilia belum memadai.
Sabil menilai pembangunan RS di setiap daerah jauh lebih efisien untuk kondisi saat ini. Namun, pembangunan RS di setiap daerah akan lebih terpakai untuk jangka panjang dibandingkan RS darurat.
“Kalau untuk memanfaatkan yang tadi (BIJB Kertajati), sebenarnya itu dengan sektor yang berbeda. Ke depan nggak mungkin kita hanya fokus dengan Covid-19 saja kepentingannya,” katanya, Rabu (21/7/2021).
Di samping itu, Toni menyebut efektivitas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang saat diterapkan. Sebab, dirinya belum bisa melihat grafik naik turun sebaran Covid-19 ditambah belum ada statemen resmi dari Pemerintah Pusat dan Daerah masing-masing.
“Tapi yang pasti idealnya itu PPKM, kalau memang untuk menghindari sebaran memang harus diperpanjang. Walaupun dampak secara ekonomi berpengaruh di berbagai sektor,” pungkasnya.






Leave a Reply