Buntut Pegawai Gedung Sate Positif Corona, DPRD Jabar Tak Terima Tamu Selama Dua Pekan

Terasjabar.co – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, selama dua pekan bakal melakukan seleksi ketat terkait penerimaan tamu. Upaya ini untuk mencegah kasus penularan Corona atau COVID-19 seperti yang terjadi di Gedung Sate, Bandung.

Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono mengungkapkan, pihaknya terpaksa melakukan hal itu karena berkaca dari kasus yang terjadi di kantor pusat pemerintahan Jawa Barat yaitu Gedung Sate. Menurut dia, apa yang terjadi di sana karena kurangnya disiplin dalam pencegahan Corona.

“Pemerintah itu sulit menolak tamu atau pun dia keluar untuk melakukan kegiatan pemerintahan, nah sehingga kemungkinan untuk penularannya sangat tinggi. Ketika kurang disiplinnya protokol COVID maka terjadilah penularan,” kata Imam, Senin (3/8/2020).

Imam mengatakan perlu evaluasi secara serius, seperti penerimaan tamu dengan selektif. Pun, protokol COVID-19 mesti diterapkan.

“Gedung Sate harus ketat terhadap para tamu protokol, harus dijalani secara baik. Bisa saja penularan terjadi karena tamu atau bisa juga dari pegawai internal. Nah, ini harus diperketat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, protokol ketat tersebut juga harus dilakukan di area gedung DPRD Jawa Barat.

“Termasuk di dewan, DPRD-nya harus diperketat. Ya, mungkin enggak terima tamu dua pekan ke depan. Kalau pun sangat mendesak berarti dengan protokol yang sangat ketat,” ujar Imam.

Imam menilai, apa yang terjadi Gedung Sate adalah bukti abainya protokol COVID-19. Kata dia, aparatur sipil negara atau ASN di Pemprov Jabar sebaiknya work from home atau WFH.

“Karena wabah COVID sudah cukup lama, jadi merasa sudah santai ajalah tapi ternyata tidak begitu, malah terjadi penyerangan di pemerintah pusat Jabar,” ujarnya.

Sebelumnya, kantor Gubernur Jawa Barat atau yang dikenal Gedung Sate di Bandung ditutup. Pemicunya, karena 40 pegawai diketahui positif COVID-19.

Kebijakan penutupan dilakukan setelah adanya surat edaran yang diteken Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja pada Kamis, 30 Juli 2020.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital