Jelang Idul Adha, 118 Hewan Kurban di Kabupaten Bandung Ditemukan Tidak Sehat

Terasjabar.co – Menjelang peringatan Idul Adha 1441 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyebarkan sebanyak 7 tim kesehatan hewan. 7 tim tersebut akan melakukan pemeriksaan di sekitar 500 titik penjualan hewan kurban di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bandung Tisna Umaran menyampaikan, hingga tanggal 22 Juli 2020, tim tersebut telah melakukan pemeriksaan di sejumlah 126 titik penjualan. Dari 9.853 hewan ternak yang telah diperiksa, sebanyak 9.323 ekor dinyatakan sehat dan layak.

“9.323 ekor ternak dinyatakan sehat dan layak dijadikan kurban. Terdiri dari sapi sebanyak 6.680 ekor, domba 2.566, kambing 76 dan kerbau 1 ekor. Kami menemukan sebanyak 118 hewan menderita sakit, yaitu 54 ekor sapi, 61 domba dan 3 ekor kambing. Sedangkan sebanyak 412 hewan dinyatakan belum layak kurban, terdiri dari 227 ekor sapi dan 185 ekor domba,” urai Kadistan di sela-sela peninjauan tempat penjualan ternak kurban di Desa Gandasoli Kecamatan Katapang, Kamis (23/7/2020).

Hewan yang sakit dan tidak layak kurban, terang Tisna, selanjutnya diberi tanda oleh tim. ketidaklayakan hewan yang ditemukan, ucap Tisna, umumnya dikarenakan belum cukup umur secara syariah Islam untuk dijadikan kurban. Kegiatan pemeriksaan tersebut, masih terus berlanjut sampai H-1 idul adha nanti.

“Terkait kenaikan atau penurunan permintaan hewan kurban tahun ini dibandingkan tahun lalu, itu baru bisa dilakukan pada tahap evaluasi usai idul adha nanti. Kami memprediksi, jamaah haji kita yang batal berangkat ke Mekah pada tahun ini secara lokal melaksanakan kurban. Kalau melihat ke belakang, pada idul adha tahun lalu jumlahnya sekitar 10.200 ekor sapi dan 17.000 ekor domba,” terang Tisna.

Sementara itu Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan, pihaknya melalui Dinas Pertanian (Distan) setiap tahun memberikan pelatihan penanganan hewan kurban. “Baik itu cara pemeriksaan, penyembelihan, pemotongan, pembagian daging, sampai cara menjatuhkan sapi sebelum disembelih,” ucap Bupati Dadang Naser.

Saat ini di Kabupaten Bandung telah tersedia 7 Rumah Potong Hewan (RPH) berijin. Para panitia kurban bisa menitipkan pemotongan hewan kurban, hingga pembersihan organ dalamnya di RPH.

“Memotong (menyembelih) hewan kurban di RPH, gratis retribusinya. Panitia kurban nanti tinggal melakukan pemotongan menjadi bagian kecil, sampai pendistribusian daging,” terang bupati.

Sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran covid-19, ia mengingatkan kepada para panitia pelaksana, untuk tidak menimbulkan antrian saat membagikan daging kurban. Warga juga diimbau untuk tidak mendatangi para penyelenggara kurban.

“Petugas yang terlibat dalam kepanitiaan kurban, baik yang melakukan pemotongan daging maupun yang mendistribusikan, harus menyatakan dirinya sehat. Kalau tidak sempat rapid tes, ya dirasakan sendiri lah, jangan sampai merugikan orang lain. Kalau sedang panas, batuk, pilek, lebih baik mundur dari kepanitiaan,” tegas Dadang Naser.

Saat pelaksanaan pemotongan daging, ia pun mengingatkan, antar petugas tidak berhadapan dan tidak sambil merokok, serta tidak lupa menggunakan masker. “Setelah itu, daging hasil pembagian harus diantarkan ke rumah masing-masing penerima manfaat, tidak dibagikan di tempat agar tidak menimbulkan antrian. Selain itu, hindari penggunaan plastik sekali pakai saat membagikan daging. Gunakan tempat daging yang ramah lingkungan, bisa berupa daun, besek atau plastik organik yang bisa didaur ulang,” pungkanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + sixteen =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization