Pusat Studi Humaniora dan Kemasyarakatan (PSHK) LPPM STIA BAGASASI Gelar Webinar Discussion Bertajuk “Memadankan RUU Cipta Kerja: Antisipasi-Solusi Ketenagakerjaan?”

Terasjabar.co – Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU CiKer) yang sempat ramai di media pada bulan Maret-April 2020 lalu sempat menjadi isu publik yang cukup ramai diperdebatkan baik oleh pihak aparatur pemerintahan, anggota parlemen, serikat pekerja & pegiat lingkungan, hingga pelajar tingkat tinggi seperti mahasiswa. Hal ini dialamatkan pada asumsi serta penyimpulan berbagai elemen masyarakat mengenai tafsiran terhadap RUU Cipta Kerja itu sendiri.

Untuk menangapi berbagai isu masyarakat mengenai RUU Cipta Kerja, Pusat Studi Humaniora dan Kemasyarakatan (PSHK) LPPM STIA BAGASASI pada Kamis (23/7/2020) telah melaksanakan “Webinar Discussion” dengan tema “Memadankan RUU Cipta Kerja: Antisipasi-Solusi Ketenagakerjaan?. Dengan narasumber: H. John Azis Kenedy, S.H. (Komisi VIII DPR-RI Fraksi GOLKAR); Dr. H. Santo Dewatmoko, S.T., MM., MA. (Pelaku Bisnis/Akademisi); Pembahas Riswanda, S.Sos., MPA., MA., Ph.D. (Akademisi/ Peneliti Kebijakan Publik), acara dipandu oleh Gregorio Laulasta Sitepu S.I.Pol.

Narasumber H. John Azis Kenedy. S. H (Komisi VIII DPR-RI Fraksi GOLKAR) antara lain mengatakan, RUU Cipta Kerja tidak akan mengurangi perlindungan bagi pekerja yang terkena PHK. Justu perlindungan terhadap pekerja yang terkena PHK akan ditambah manfaatnya.

“Manfaat yang akan diterima bagi korban PHK yakni pemberian uang misal sekian bulan ditanggung transportasi, kemudian pemberian pelatihan vokasi. Terakhir, manfaat dapat diberikan dalam bentuk pemberian akses pekerjaan baru. Seluruh manfaat ini dapat diterima pekerja yang terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek). Selain itu ada juga uang penghargaan lainnya yakni sweetener sebagai tambahan di luar Upah, dan besarannya maksimal 5 x upah (sesuai) masa kerja. Diberikan 1 kali jangka waktu 1 tahun. Tidak berlaku bagi UMK,” tegas Jhon.

Sementara itu Riswanda, S.Sos, MPA, MA, Ph.D, selaku pembahas dalam Webinar itu antara lain mengatakan , bila kita tinjau persentase orang tidak bekerja dari sisi jenjang pendidikan (Paparan Forum Rektor Indonesia, 2020), terdiri dari 39,7% lulusan SD ke bawah, terbesar kedua dari lulusan SMA sebesar 18,3%, untuk selanjutnya SMP sebesar 17,9% dan 11,7% SMK, serta Diploma 2,7%. Maka adalah penting juga untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap bahasan RUU ini di DPR.

Viralisasi wacana Cipta Kerja di media memiliki unsur edukasi masyarakat seperti bahasan ‘skill industri masa depan’ yang mestinya dimiliki oleh calon pencari kerja saat ini. Salah satunya skill pemecah masalah dengan derajat kompleksitas tinggi menuju kemampuan multi-tasking.

Mengakhiri perbincangan dengan terasjabar.co Riswanda mengatakan perlu dilakukan tinjauan ulang terhadap peraturan yang kemungkinan akan ternegasikan. “Jangan sampai menimbulkan conflicting policies terutama di level pemeritah daerah (pada tataran penafsiran terhadap perumusan dan penerapan UU Cipta Kerja)”, pungkas Riswanda.***Ocid Sutarsa.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − one =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam