Irfan Suryanagara Nilai Pemkot Bekasi Kurang Transparan Soal Data Kasus Covid-19

Terasjabar.co – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi, Ir. Irfan Suryanagara, M.Ipol. menilai, Pemerintah Kota Bekasi kurang transparan dalam dalam menampilkan data kasus Covid-19 ke publik.

Ia menyoroti soal laman corona.bekasikota.go.id yang hanya menampilkan grafik dan data harian kasus Covid-19. Dalam laman resmi Pemkot Bekasi itu tak ada grafik perkembangan sebulan atau seminggu kasus Covid-19 di daerah itu.

“Saya kira Pemkot Bekasi kurang transparan soal data kasus Covid-19, membatasi akses publik terhadap sumber-sumber data itu. Terbatas itu maksudnya, orang yang mau mengetahui ini bagaimana pemetaannya, enggak ada grafik per bulannya,” kata Irfan kepada Terasjabar.co, Minggu (7/6/2020).

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, Pemkot Bekasi juga seringkali lambat memperbaharui data harian Covid-19 ke situs tersebut. Hal itu, kata dia, bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik atas kinerja Pemkot Bekasi.

“Pemkot Bekasi juga seringkali lambat memperbaharui data harian Covid-19 ke situs tersebut. Hal ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik atas kinerja Pemkot Bekasi dalam penanganan Covid-19”, tambahnya.

Ia menyebutkan, Pemkot Bekasi tak pernah memberikan grafik bulanan kasus Covid-19 selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlangsung. Karena itu ia meminta Pemkot Bekasi lebih transparan dalam memberikan data ke publik soal kasus Covid-19.

Ia juga minta Pemkot gencar sosialiasi penggunaan masker sebagai kebiasaan di masyarakat pada masa PSBB proporsional saat ini.

“Pemkot Bekasi juga harus terus mensosialisasikan penggunaan masker kepada masyarakat, karena saya liat banyak masyarakat yang tidak memaki masker di jalan”, pungkasnya.

Hingga hari Minggu (7/6/2020) tercatat 331 pasien positif Covid-19 di Kota Bekasi. Dari data tersebut, 266 pasien telah sembuh dan 32 pasien dirawat. Sebanyak 33 orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 177 pasien suspect atau terduga Covid-19 juga telah meninggal dunia.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − 2 =