Gubernur Jabar Klarifikasi Soal Rencana Ubah Pondok Seni Pangandaran Jadi Waterboom

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklarifikasi rencana mengubah Pondok Seni Pangandaran jadi waterboom.

Seperti diketahui rencana pembangunan waterboom di Pondok Seni milik Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat ini menuai protes.

Pondok di pantai barat Pangandaran, dulu bernama Pondok Percontohan. Ridwan Kamil janji akan mendiskusikan kembali rencana itu.

“Kita tidak menghilangkan Pondok Seni nya, tapi selama ini hanya menjadi call center. Jadi hanya keluar uang terus sehingga tidak maksimal,” ujar Ridwan Kamil di Pangandaran, Selasa (31/12/2019).

Namun menurut dia, Pondok Seni akan dikombinasikan dan wisata yang cocok hanya urusan dengan air.

“Jadi jangan dibacanya waterboom menghilangkan Pondok Seni, salah itu. Yang ada adalah Pondok Seni diberi tambahan fasilitas supaya menghidupi kesenian dan kebudayaan di lokasi yang sudah ditentukan,” kata dia.

Jumat, (13/12/2019) lalu, Seniman Budaya gelar Ruwatan Nolak Pondok Seni Pangandaran jadi Waterboom. Rencana Pondok Seni Pangandaran disulap menjadi Waterboom dinilai mematikan upaya recovery Pandandaran pasca peristiwa tsunami 17 Juli 2006.

“Kenapa harus di Pondok Seni (Pangandaran) yang selama ini menjadi aktivitas kami mengolah rasa, karsa dan raga,” ujar Ketua Paguyuban Seni Ronggeng (Paser) Iyus Rusliadi ketika itu.

Seniman dan budayawan yang bergabung dalam aksi berasal dari Pangandaran, Ciamis, Banjar dan bahkan dari Tasikmalaya serta Garut yang tergabung dalam Paser.  Mereka, setelah peristiwa tsunami, 17 Juli 2006, berupaya untuk memulihkan Pangandaran.

“Namun kini di saat Pangandaran sudah kembali pulih bahkan berkembang, justru apa yang kami lakukan tidak dihargai oleh pemerintah,” ujar Iyus.

Sementara budayawan Jabar, Memet M. Hamdan mengungkapkan, tempat yang akan dibangun itu, selama ini menjadi pusat kebudayaan masyarakat sekitar.

“Kenapa harus dimatikan begitu saja dengan ide atau rencana yang belum jelas manfaat dan faedahnya untuk masyarakat sekitarnya,” ujar Memet.

Aksi berlangsung di depan Bank bjb dekat Pusat Pengembangan Kebudayaan (dulu YPK), Jalan Naripan, Kota Bandung.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *