Reses di Kelurahan Bojong Sari Depok, Warga Curhat Soal Puskesmas, Gerobak Sampah Hingga Penambahan SMA ke Irfan Suryanagara

Terasjabar.co – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Ir. Irfan Suryanagara, M.Ipol. melaksanakan hari ketiga Reses I di Jl. Pusara RT 02 RW 05 Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Kamis (5/12/2019) pukul 15.30 -17.30 WIB.

Dalam dialognya dengan masyarakat, anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat itu banyak menerima usulan/aspirasi dari masyarakat. Seperti yang disampaikan Kader Posyandu Kelurahan Bojong Sari yang mengatakan bahwa warga apabila sakit untuk berobat ke Puskesmas harus menempuh perjalanan lebih kurang 5 KM ke Puskesmas yang ada di Kelurahan Pondok Petir.

Menanggapi hal tersebut Ir. Irfan Suryanagara, M.Ipol., mengatakan sudah saatnya Kelurahan Bojongsari memiliki Puskesmas sendiri.

“Mengingat penduduk di Kelurahan Bojong Sari sudah cukup padat, sudah wajar dan pantas apabila di bangun Puskesmas Kelurahan Bojong Sari”, kata Irfan.

Sementara itu Wakil Ketua Karang Taruna Kelurahan Bojong Sari, Iqbal Bj Sari yang juga sebagai penggagas pembentukan Pemuda Peduli Lingkungan (PPL), meminta bantuan alat angkut Sampah, karena alat angkut yang lama kondisinya sangat memprihatinkan bahkan nyaris tidak dapat di pergunakan karena rusak akibat dimakan usia dan di pakai setiap hari.

“Sehubungan dengan hal tersebut kami sangat mengharapkan bantuan Bapak Ir. Irfan Suryanagara selaku Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat juga sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, untuk dapat memperjuangkan bantuan alat angkut Sampah mengganti roda yang sudah sangat rusak parah,” kata Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal mencontohkan bahwa di daerah lain khususnya di Kota Bandung, untuk mengangkut sampah dari warga sudah menggunakan Gerobak Sampah Kendaraan bermotor Roda 3.

“Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Kota Depok yang lokasinya berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara sudah sangat wajar dan sangat manusiawi apabila alat angkut sampah dari warga menggunakan Gerobak Sampah mengunakan Roda 3 bermotor”, tambah Iqbal.

Sementara itu tokoh Masyarakat yang juga selaku Ketua RW 06 Bojong Sari, H. Mastun bahwa pihaknya memohon kepada Instansi yang berwenang mengawasi SMA Negeri untuk betul betul mengecek kelapangan tentang biaya Sekolah Menengah Atas Negeri, karena dirasakan masih ada pungutan di luar SPP.

“Selain itu juga juga daya tampung SMA negeri yang berada di Bojongsari sangat kurang sehingga harapan orang tua untuk menyekolahkan putra/putrinya ke SMA Negeri kandas, karena daya tampung SMA Neeri sangat terbatas, untuk itu kiranya ruang kelas baru SMA negeri perlu di tambah”, kata Mastun.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *