Ulama Jabar di Inggris: Dari Menjadi Khatib hingga Ikuti Dialog Antaragama

Terasjabar.co – Lima ulama lulusan tahap pertama program English for Ulama terus menyebarkan syiar Islam ke berbagai penjuru Inggris. Salah satunya, lewat khotbah Ihya Ulumudin di Edinburgh, Skotlandia.

Ihya menjadi khatib salat Jumat (Jumma prayer) di Heriot-Watt University pada Jumat (8/11/2019) siang waktu setempat bagi para mahasiswa, pekerja, hingga anak-anak Muslim di sana.

Berikutnya, Ihya juga mengikuti perayaan Maulid alias kelahiran Nabi Muhammad SAW pada Jumat (8/11) pukul 20:00 waktu setempat di Masjid Minhaj-ul-Quran, Rutherglen, Glasgow.

Selain Ihya, ulama yang diberangkatkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk berdakwah di wilayah Inggris adalah Hasan Al-Banna.

Di hari ketiganya berada di Inggris, Hasan menjadi salah satu pembicara dalam Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue atau dialog antaragama yang berlangsung di Grays, Thurrock –sekitar 30 km di timur London.

Selain Hasan, dialog yang dihelat Thurrock Labour Party (Partai Buruh Thurrock) ini dihadiri oleh anggota majelis Qaisar Abbas dan John Kent, Imam Grays Mosque Salim Rahman dan Abdul Rashid, juga Pendeta David Peterson (St. Clements Church) dan Matt Drummond (St. Stephens Church) serta Gayani Richpal Singh (Grays Gurdawara).

Totalnya, terdapat 21 pemuka agama yang berdialog. Tak hanya mereka, dialog ini juga diliput oleh wartawan lokal seperti jurnalis senior Michael Casey dan Urooj Raza Siami (Pakistani TV).

 

Dalam sambutannya, Qaisar Abbas yang menginisiasi Thurrock Interfaith Roundtable Dialogue mengatakan bahwa dialog ini diperlukan untuk mempertemukan berbagai komunitas agama sehingga tercipta toleransi dan sikap saling memahami antaragama.

Para syekh yang hadir, termasuk Hasan, juga menegaskan ajaran Islam soal pentingnya memperlakukan semua orang dengan setara dan hidup secara harmonis dalam kedamaian.

Adapun sebagai salah satu guest speaker, Hasan juga memperkenalkan program English for Ulama yang membawanya ke Negeri Ratu Elizabeth ini.

“Kami dikirim oleh Gubernur Jawa Barat, provinsi terbesar di Indonesia, namanya Ridwan Kamil. Tujuannya adalah membawa kedamaian, salah satunya lewat dialog antaragama ini,” ucap Hasan.

“Delegasi kami di sini (Inggris) untuk mempelajari nilai-nilai kalian dan bagaimana komunitas di sini bersatu melawan rasisme. Kami punya respek tinggi terhadap warga Inggris,” tambahnya.

Terkait dialog antaragama, Hasan mengatakan bahwa hal tersebut menjadi agenda yang sangat bagus untuk disampaikan di Indonesia.

“Pesan utama (yang disampaikan) adalah bagaimana mendengarkan dan memahami (orang lain). Karena apa yang kamu yakini, bisa saja berbeda dengan orang lain,” tutur Hasan.

“Jadi, jembatan antara keyakinan-keyakinan (agama) tersebut adalah saling mendengarkan dan memahami sehingga muncul keharmonisan satu sama lain,” ujarnya mengakhiri.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − twelve =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization