Penyeleksian KIP Disoal, Ini Kata Ketua Komisi I DPRD Jabar

Terasjabar.co – DPRD Jawa Barat sampai saat ini belum melakukan Fit and Proper Test calon Komisi Imformasi Publik (KIP) Jawa Barat. Untuk itu, Divisi Hukum Indonesian Public Institute (IPI) Miartico Gea menyebut tahapan seleksi calon KIP di Jabar telah menabrak UU Nomor 14 tahun 2008 dan Peraturan Komisi Informasi Publik dalam Peraturan Nomor 4 tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksana Seleksi Penetapan Anggota Komisi Informasi.

Dalam hal ini, menurut Miartico, DPRD sudah melanggar aturan perundang-undangan terutama Peraturan Nomor 4 tahun 2016 pada pasal 20 ayat (2) Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah harus segera melakukan uji kepatutan dan kelayakan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah diterimanya nama-nama calon Anggota Komisi Informasi.

Oleh karena itu, hasil seleksi yang dilakukan dan yang dikirimkan ke DPRD Jabar melalui surat Gubernur Jawa Barat Nomor 821.2/3902/Diskominfo tanggal 19 Agustus 2019 telah melewati batas waktu alias kadaluwarsa.

“Jika ini diteruskan maka DPRD sudah melanggar Peraturan Komisi Informasi Nomer 4 tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksana Seleksi Penetapan Anggota Komisi Informasi,” kata Miartico dalam keterangannya, Jumat (25/10/2019).

Oleh karenanya, jalan keluar untuk mengatasi kebuntuan, maka DPRD Jawa Barat harus mengembalikannya Kepada Gubernur Jawa Barat untuk melakukan seleksi ulang.

“Jika hal ini tidak dilakukan maka hasil Uji kelayakan dan kepatutan menjadi cacat hukum melanggar peraturan perundang-undangan,” tegas Miartico.

Namun demikian, apapun keputusan yang diambil kelak dengan hasil yang diambil nanti dari uji kelayakan dan kepatutan tentu tidak sah karena hasil pembentukannya melanggar hukum.

“DPRD dan Pemerintah daerah Jawa Barat harus segera mencarikan sulusi untuk itu,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Bedi Budiman menjelaskan keterlambatan dalam melakukan penyeleksian lantaran proses penyusunan Alat Kelengkapan DPRD (AKD) baru rampung bulan Oktober.

“Dalam peraturan Komisi Informasi Publik (KIP) memang tertuang 30 hari sejak gubernur melayangkan surat ke DPRD itu harus segera dilakukan fit and proper test. Namun karena Agustus AKD nya belum terbentuk, baru Oktober, maka terjadi keterlambatan dalam proses itu,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya mengaku telah melakukan konsultasi dengan Komisi Informasi Publik (KIP) Pusat, terkait persoalan ini. Saran dari KIP Pusat, tim seleksi diberhentikan namun proses penyeleksian terus berjalan.

“Kita sudah melakukan langkah cepat, kami sudah beraudiensi dengan KIP Pusat, ada ketua dan komisionernya, hasilnya adalah pansel itu sudah dibubarkan sarannya tetap dilanjutkan saja proses fit and proper testnya,” beber dia.

Oleh sebab itu, saat ini pihaknya bakal memanggil mantan panitia seleksi untuk mendalami hasil proses keseluruhan seleksi yang saat ini tengah mengerucut menjadi 10 orang.

“Kami akan mempelajari makalah makalah yang dikirimkan oleh 10 orang ini, mengenai visi misi dan program mereka apabila mereka menjadi komisioner KIP. Harapannya, sebelum pergantian tahun ini, sudah bisa terbentuk KIP Provinsi periode ini,” tandasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five − four =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam