Lama Tak Muncul, SBY Akan Pidato pada Tanggal 9 Bulan 9 Malam

Terasjabar.co – Lama tak muncul setelah istrinya meninggal, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menyampaikan pidato politiknya pada Senin (9/9/2019) hari ini.

Pidato ini disampaikan bertepatan dengan hari ulang tahun SBY dan Partai Demokrat.

“Setelah selama delapan bulan Ketua Umum SBY tidak tampil di publik untuk berbicara politik, “Pidato Kontemplasi SBY “ akan disampaikan pada publik jam 19.30-20.00 WIB,” ujar Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari, Senin (9/9/2019) pagi.

Selain pidato politik SBY, sepanjang hari ini akan penuh dengan acara keluarga SBY dan Demokrat. Akan digelar acara inagurasi pelepasan anggota Fraksi Partai Demokrat se-Indonesia pada pukul 09.00-14.00 WIB di kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Jakarta Pusat.

Selanjutnya akan dilaksanakan acara tahlilan 100 hari untuk mengenang almarhum istri SBY, Ani Yudhoyono pada pukul 17.00 -18.00 WIB di Pendopo Puri Cikeas Gunung Putri, Jawa Barat.

Pukul 19.30 – 20.00 WIB, SBY akan berpidato di tempat yang sama. Usai pidato, akan dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng merayakan HUT ke-18 Partai Demokrat dan HUT SBY ke-70 tahun.

Tahun Terberat

Tahun 2019 menjadi tahun terberat bagi Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Pada tahun ini, SBY kehilangan dua orang yang dicintainya, yakni istrinya, Ani Yudhoyono dan ibundanya, Siti Habibah.

Ani Yudhoyono wafat di Singapura pada Sabtu (1/6/2019) setelah berjuang melawan sakit kanker darah yang dideritanya. Ani tutup usia di Rumah National University Hospital (NUH) Singapura.

Belum hilang duka SBY karena kehilangan sang istri, pada Jumat (30/8/2019), ibunda SBY menghembuskan napas terakhirnya. Sibi Habibah wafat di Rumah Sakit Mitra Cibubur. Keesokan harinya, ibunda SBY dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir.

“Tahun 2019 ini adalah tahun yang berat bagi saya dan keluarga. Tahun yang penuh ujian dan cobaan. Belum genap 100 hari istri tercinta ibu Ani Yudhoyono berpulang menghadap Allah SWT, kemudian tadi malam ibunda tercinta, Hj Siti Habibah menghadap Sang Khalik,” kata SBY dalam sambutannya usai pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu (31/8/2019).

Kendati menghadapi cobaan, SBY mengatakan bahwa dia dan keluarga harus tabah. Ia yakin Tuhan Yang Maha Esa memiliki recana jauh lebih baik.

“Oleh karena itu, saya dan keluarga insya Allah kuat, sabar dan tabah, dan insya Allah lulus menghadapi ujian Allah ini” ucap SBY.

Sosok religius SBY mengenang sang ibu sebagai sosok yang religius. Bagi SBY, ibundanya juga sosok yang bersahaja dan kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Sosok ibunda Siti Habibah selama ini telah memberikan semangat dan inspirasi pada dirinya dan anak-anaknya dalam mengarungi kehidupan.

“Saya dan keluarga merasakan sosok dan karakter ibunda inilah yang memberikan semangat, dan inspirasi ke saya dan cucu almarhumah dalam mengarungi kehidupan. Itulah kenangan dan testimoni kami yang indah terhadap almarhumah,” ujar dia.

SBY sedikit menceritakan riwayat hidup sang ibu yang dulunya tinggal di lingkungan Pondok Pesantren Termas, Pacitan, Jawa Timur.

Kemudian, sempat pindah ke Blitar, hingga pada tahun 2007, almarhumah tinggal di Cikeas, Bogor.

“Ibunda Hj Siti Habibah lahir di Termas. Di lingkungan Pondok Pesantren Termas, Pacitan. 38 tahun almarhumah Siti Habibah tinggal di Pacitan. Kemudian, hijrah ke Blitar dan tinggal di kota itu 38 tahun. 2007 kemarin, almarhumah tinggal di Jakarta, kawasan Cikeas, hingga akhir hayatnya,” tutur SBY.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *