Saber Pungli Jabar Bongkar Jual-Beli Nomor Antrean Paspor

Terasjabar.co – Satgas Saber Pungli Jawa Barat membongkar praktik jual-beli nomor antrean permohonan pembuatan paspor di kantor Imigrasi Bandung. Akibat adanya pembobolan, masyarakat kesulitan untuk mengurus paspor.

Kasus ini bermula dari banyaknya laporan masyarakat yang masuk ke Divisi Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Jabar terkait sulitnya memperoleh barcode dan nomor antrean sebagai syarat pembuatan paspor. Atas dasar itu, tim Satgas Saber Pungli Jabar bergerak menyelidiki dan mengungkap tiga orang yang membeli nomor antrean kepada seseorang atau penjual nomor antrean.

“Beberapa hari ini kita bergerak. Kita tunggu dan betul hari ini ada tertangkap tangan yang menggunakan pihak lain untuk mengambil antrean. Ada tiga orang yang kita periksa, tapi dari pemeriksaan ini, ternyata ada empat orang. Mereka ini korban sebenarnya,” ucap Kepala Tim Tindak Unit II Satgas Saber Pungli Jabar AKBP Basman di Kantor Imigrasi Bandung, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Jumat (6/9/2019).

Basman mengatakan keempat orang ini pemohon paspor yang membeli nomor antrean kepada seseorang yang kini sedang dalam pencarian tim Saber Pungli Jabar. Oknum penjual nomor antrean itu diduga membobol website pendaftaran online pembuatan paspor milik Imigrasi Bandung.

“Mereka ini korban. Karena gaptek ada keterbatasan kemampuan untuk mengambil nomor antrean, sehingga dia menggunakan tangan orang lain,” kata Basman.

Menurut Basman, salah satu bukti adanya pembobolan website tersebut yaitu cepat ludesnya nomor antrean hilang dari layanan online. Ia mencontohkan, 50 nomor antrean yang dikeluarkan oleh Imigrasi Bandung, dalam dua menit ludes separuh.

“Diindikasikan itu direbut oleh oknum pembobol itu. Akhirnya yang terjadi, orang mengalami kesulitan mendapatkan nomor antrean,” ucapnya.

Basman mengungkapkan satu nomor antrean dijual dengan harga yang cukup tinggi. Pelaku mematok harga Rp 200 ribu untuk setiap nomor antrean.

Ia mengatakan para korban ini berhubungan melalui telepon dengan pelaku. Para korban mendapatkan informasi dari orang lain mengenai penjual menjual nomor antrean.

“Setelah itu, (pemohon paspor) mendapatkan nomor antrean, mereka mentransfer biaya Rp 200 ribu. Dari yang kita lihat, ada bukti transfer Rp 800 ribu, artinya untuk empat nomor antrean. Kemudian setelah membayar, korban mendapatkan nomor antrean,” katanya.

“Jadi oknum ini yang mendaftarkan. Memasukkan identitas melalui pendaftaran online dengan data yang sesuai. Kemudian mendapatkan barcode sehingga keluar nomor antrean. Kemudian korban datang ke kantor untuk membuat paspor,” tutur Basman menambahkan.

Tim Satgas Saber Pungli memburu pembobol website pendaftaran online pembuatan paspor tersebut. Pihaknya siap menindak oknum Imigrasi yang terlibat praktik jual-beli nomor antrean pembuatan paspor.

“Kita sudah komitmen. Bila melibatkan orang Imigrasi tetap kita lakukan penindakan,” ujar Basman.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Imigrasi Kemenkum HAM Jabar Arie Budijanto mengatakan akibat adanya pembobolan ini, website pendaftaran online terganggu.

“Artinya kita kerap mengalami error. Sehingga mengganggu pelayanan masyarakat,” ucap Arie.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *