Beberapa Proyek di Jabar Terancam Gagal

Terasjabar.co – Perencanaan yang kurang matang akan menyebabkan beberapa proyek terancam gagal. Setidaknya hal itu dapat terjadi terhadap Situ Rawakalong di Kota Depok dan Water Break di Kabupaten Pangandaran.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady, beberapa kendala penyelesaian proyek itu harus segera diselesaikan.

Dalam maketnya, di Situ Rawakalong akan dibuat jogging track, juga plaza. Sayangnya, kata Daddy, sejumlah masalah sudah kelihatan. Misalnya, kondisi eksisting situ yang penuh karamba dan wilayah yang kumuh. Padahal pekerjaan harus segera diselesaikan.

“Itu semua menunjukkan perencanaan yang belum matang. Bahkan, hingga saat ini, lelang MK di ULP saja terancam gagal,” katanya Kamis (23/5/2019).

Situ Rawakalong adalah salah satu situ di daerah Kota Depok yang oleh Gubernur Ridwan Kamil akan dikembangkan menjadi destinasi wisata di Jawa Barat.

Sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama pendapatan asli daerah (PAD). Pada tahun 2019 ada sejumlah besar anggaran yang dialokasikan dari APBD Provinsi Jabar untuk membenahi situ tersebut.

“Penanganannya terancam gagal. Bagaimana mungkin sukses kalau di lokasi yang sama sedang dilakukan pekerjaan pengerukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” ujar Daddy.

Dari kondisi yang ada, memang agak mustahil pengembangan Situ Rawakalong yang direncanakan menelan biaya Rp 30 miliar tersebut bisa terwujud tepat waktu.

“Sangat tidak mungkin dua pekerjaan dilakukan bersamaan di lokasi yang sama. Karena BBWS sedang melakukan pengerukan situ tersebut, padahal UPTD harus melakukan pembangunan di atasnya,” ucapnya.

Daddy mengatakan hal serupa terjadi di Kab. Pangandaran. Proyek Water Break tersebut, kata Daddy, direncanakan kurang matang.

Proyek lainnya yang jadi sorotan adalah Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Kabupaten Bogor. Pihaknya meminta diuji coba lebih dulu, sebelum diaktifkan pada 2020.

TPPAS Lulut Nambo diperkirakan mampu menampung sekitar 1.600 ton sampah tiap harinya. Namun, hal itu perlu diperlihatkan lebih dulu.

“Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya uji coba lebih dulu. Untuk melihat kemampuan TPPAS menampung sampah sebanyak itu,” ujarnya.

Apalagi sampah ini akan diolah lebih lanjut menjadi energi baru. Daddy mengatakan uji coba dapat dilakukan satu sampai dua bulan sebelum resmi dioperasikan. “Dengan mencobanya selama satu dua bulan, kita bisa lihat seberapa efektif,” katanya.

Daddy menyebutkan sampah, masih menjadi persoalan serius di tiap daerah. Ditambah lagi, tidak semua daerah memiliki tempat pembuangan akhir sampah. Sehingga sampah terus menumpuk.

Kalau pun ada tempat pembuangan akhir, sampah belum sepenuhnya diolah. Daddy menyebutkan sulit menyelesaikan masalah sampah bila tidak memiliki teknologinya.

Akan tetapi, dikatakan Daddy, TPPAS Lulut Nambo telah menggunakan teknologi Mechanical Biological Treatment (MBT) yang mampu mengubah sampah menjadi refuse derived fuel (RDF) atau pengganti batu bara. Bahkan menurut Daddy, Lulut Nambo menjadi pengolahan sampah modern pertama di Indonesia.

“Mungkin daerah lain bila melihat Lulut Nambo berhasil akan menirunya,” kata dia.

Daddy mengatakan pemerintah provinsi Jawa Barat telah menjalin kerja sama dengan PT Jabar Bersih Lestari (PT JBL) sebagai pemenang lelang proyek pengolahan sampah regional. Nilai investasi proyek tersebut menembus 46 juta dolar AS atau sekitar Rp 600 miliar.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 2 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital