DPRD Jabar: Jika Masalah Tidak Diselesaikan, BIJB Akan Mati Tak Berfungsi
Terasjabar.co – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Kabupaten Majalengka sampai saat ini masih sepi peminat. Padahal bandara yang telah menelan biaya dari APBD dan APBN triliunan rupiah ini direncanakan running well sejak 2017.
“Hingga kapan pun BIJB Kertajati tidak akan berfungsi maksimal andai kondisi seperti sekarang ini terus dipertahankan,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady, Jum’at (10/5/2019).
Ia menuturkan, tidak seorang pun rela bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka tersebut menjadi sia-sia. Tidak ada yang akan sepakat bandara seluas 1.000 hektare tersebut mati tak berfungsi.
Deddy menilai, terdapat tiga masalah yang butuh penyelesaian serius, untuk mengatasi sepinya Bandara Kertajati.
“Pertama, tidak mungkin ada dua rute dalam satu provinsi. Artinya, maskapai tidak mungkin membuka rute dari luar daerah ke Husein dan ke Kertajati. Itu pasti berdampak pada overhead yang amat tinggi,” terangnya.
Kedua, fasilitas yang ada di BIJB Kertajati sebagai sebuah bandara internasional, masih menjadi pertanyaan. Daddy menilai fasilitas bandara belum lengkap, semisal hotel dan rumah sakit.
“Hotel dan rumah sakit yang ada di wilayah penunjang, misalnya di Kota Cirebon, dianggap terlalu jauh dari bandara,” jelasnya.
Ketiga, sarana transportasi menuju bandara dianggap belum siap pula. Operator, dalam hal ini PT Angkasa Pura II dan PT BIJB, diminta menyediakan bus dari bandara menuju kota-kota tujuan penumpang.
Selain itu, terdapat pula fasilitas lain yang juga harus menyesuaikan karena dengan landasan sepanjang 3.000 meter berarti Boeing 777 bisa landing. Padahal, karena izin operasi yang ada baru untuk 2.500 meter, praktis kebutuhan yang dilayani pun belum sesuai. Misalnya, kapasitas alat pemadam kebakaran dan sarana penyediaan aftur.





Leave a Reply