Kadishub Kota Bandung Klaim Uji Coba Car Pooling Sukses

Terasjabar.co – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Didi Ruswandi mengklaim uji coba Car Pooling dua hari terakhir sukses.

“Peserta car pooling 70 ASN Dishub Kota Bandung membawa kesan positif ,” ujar Didi saat Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kota Bandung, (12/3/2019)

Menurut Didi, dua hari pakai Grab bareng-bareng sudah dirasakan manfaatnya. Pertama, datang tepat waktu, kedua menambah keakraban antar pegawai bisa ngobrol bahkan tukar makanan.

“Selain itu, bisa menghemat energi dan polusi berkurang yang semula 70 kendaraan kini jadi 15 kendaraan,” ujar Didi.

Didi mengatakan, para ASN juga mengaku senang car pooling karena tidak harus nyetir, bisa tidur sepanjang jalan.

Tapi ada juga yang mengeluh masalah titik kumpul, karena ada yang jauh harus muter, perginya ke barat, tetapi harus ke timur dulu, makanya akan dievaluasi.

Menurut Didi, Car pooling masih uji coba dan masih gratis selama sepekan dari Perusahaan Grab memberikan CSR.

“Besaran CSR kurang tahu persis tapi diasumsikan satu unit mobil Rp 200 ribu per hari,” ujar Didi.

Didi mengatakan, untuk selanjutnya tidak harus Grab, siapa pun bisa menjadi mitra jika car pooling diberlakukan secara permanen.

Bahkan menurut, Didi car pooling bisa saja menggunakan kendaraan dinas atau angkot yang penting pergi ramai-ramai.

Didi mengatakan, masalah denda bukan perintah wali kota tapi inisiatif Dishub dan hanya berlaku di jajaran Dishub itupun baru uji coba.

“Saya tegaskan car pooling hanya untuk ASN Dishub yang kerja di Gedebage jumlahnya 70 orang” ujarnya.

Karyawan Dishub ada 440 orang tidak semua diwajibkannya Car Pooling apalagi ASN di Pemkot Bandung tidak diberlakukan.

Menurut Didi, jika dalam ujicoba banyak manfaat positif akan dilaporkan ke wali kota.

Car Pooling tujuannya agar warga Kota Bandung yang menggunakan transportasi publik minimal bisa 25 persen karena saat ini baru 17 persen,” ujar Didi.

Sementara itu Hendro relawan Ecotransport Indonesia mengatakan Car pooling bagus. Itu salah satu program ecotransport dalam menggiatkan semua elemen (warga dan pemerintah) mengurangi penggunaan kendaraan pribadi bermotor .

Tujuannya untuk udara bersih, kurangi emisi, mengurangi volume kendaraan di jalan raya pada hari tertentu dan macet tentunya.

Car pooling menarik jika diakomodasi pemerintah untuk dilaksanakan bersama agar berjalan dan jadi kebijakan. Seperti soal jaga kebersihan, bersepeda dan naik angkutan publik.

Hal ini bisa jadi momen baik menggerakkan kota untuk berani berlatih menggunakan angkutan publik dan diet penggunaan kendaraam pribadi bermotor.

Menurut Hendro yang kurang tepat adalah komunikasinya, carpoolingnya bukan judul Grab to Work karena termasuk branding perusahaan.

Apapun itu perlu diapresiasi dan berlatih bersama membangun budaya pembiasaan berecotransport.

“Masalah denda harus diterapkan karena warga Indonesia akan nurut jika ada reward dan ditakuti oleh denda,” ujar Didi.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *