Setelah Kertajati, Kini Pemprov Jabar Usulkan Patimban Jadi KEK

Terasjabar.co – Kawasan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang diusulkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Pengajuan oleh Pemprov Jabar ini menyusul kawasan aerocity Kertajati di Kabupaten Majalengka yang lebih dulu didaftarkan dan tengah diproses menjadi KEK.

Kepala Bappeda Jabar, Taufiq BS, mengatakan sudah mempersiapkan dokumen pengusulan kawasan pelabuhan ekspor-impor Patimban tersebut menjadi KEK. Pengusulannya dilakukan segera mengingat ketika beroperasi, pengusaha harus mendapat kemudahan mengakses dan mengembangkan pelabuhan tersebut.

“Patimban itu akan kita usulkan ke kementerian pusat untuk menjadi KEK,” katanya di Gedung Sate, Rabu (27/2/2019).

Dengan mengantongi status KEK, maka ke depan pihaknya tinggal menawarkan kawasan tersebut kepada pihak swasta maupun BUMD untuk mengelola KEK tersebut.

Alternatif lain selain KEK, pihaknya menyiapkan konsep kota baru yang memiliki nilai manfaat bagi kawasan industri. Taufiq menilai konsep KEK dan kota baru akan menawarkan berbagai insentif pada para pengusaha selain upah minimum yang murah.

“KEK memang yang bisa memberikan insentif lain, dalam bentuk pajak, perizinan, itu adalah KEK,” katanya.

Bappeda Jabar sendiri merancang terwujudnya kota baru dan KEK di kawasan tersebut sebagai antisipasi melonjaknya jumlah penduduk Jabar. Pihaknya memprediksi pada 2029, jumlah penduduk meroket menjadi 54,2 juta jiwa.

“Sekarang kan 48,6 juta jiwa, jadi diharapkan dengan tata ruang bisa menampung tambahan penduduk 6 juta jiwa lagi,” katanya.

Tambahan 6 juta jiwa ini akan didorong ke kawasan timur termasuk Patimban dan Kertajati. Rencana ini dinilai lebih memungkinkan mengingat pilihan tinggal di kawasan selatan Jabar belum seiring dengan tingginya pembangunan di kawasan tersebut.

Pemprov Jabar tengah mendorong relokasi industri ke kawasan segitiga emas Patimban-Kertajati-Cirebon. Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan sekitar 60 persen industri manufaktur di Indonesia berlokasi di derah Jawa Barat.

“Tahun lalu saja nilai investasi yang berhasil ditanamkan sebesar Rp 116 triliun lebih,” ujarnya.

Uu mengatakan kawasan industri manufaktur di Jawa Barat masih terpusat di daerah Karawang, Bekasi, hingga Purwakarta. Ke depan pelaku industri di Jabar pun akan diarahkan untuk beralih atau mengembangkan usaha ke wilayah timur.

“Kalau dulu ada Jababeka, yang sekarang sudah dianggap banyak dan penuh. Maka pemerintah akan mengarahkan dunia usaha atau perindustrian di Jawa Barat ke wilayah Timur-Utara Jawa Barat,” katanya.

Sebelumnya, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan KEK Patimban dan Kertajati masuk dalam 4 usulan KEK yang tengah dipersiapkan di luar Pangandaran dan Cikidang Sukabumi. Dua lainnya adalah KEK Walini di Bandung Barat dan KEK Pulau Pesisir di Kabupaten Cirebon.

“Patimban Ini masuk kelompok kedua, kami persiapkan mengingat proses pengajuannya juga cukup panjang untuk sampai resmi menjadi KEK,” tuturnya.

Menurut Iwa pihaknya akan bekerja secara paralel menindaklanjuti proses finalisasi KEK Pangandaran dan Cikidang sekaligus merevisi jadwal dan struktur Tim Pengajuan KEK.

“Saya sudah minta Biro Sarana Perekonomian dan Investasi untuk membuat jadwal proses 4 KEK bisa selesainya kapan, kita kerja paralel dimana ini menindaklanjuti permintaan Pak Gubernur agar dilakukan percepatan,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − seven =