Dari Total Angkatan Kerja 102 Ribu Orang di Kota Bandung, 27 Persen di Antaranya Sarjana yang ‘Nganggur’
Terasjabar.co – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mendata, persentase tingkat pengangguran masyarakat bergelar sarjana mencapai 27 persen dari total angkatan kerja tahun 2017/2018 yang berjumlah 102 ribu orang.
Angka ini menjadi jumlah tertinggi yang pernah dialami Kota Bandung, Sedangkan, di posisi kedua dengan kisaran 17-19 persen merupakan penggangguran lulusan SMA/SMK.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disnaker Kota Bandung, Asep Cucu Cahyadi mengatakan, banyaknya jumlah pengangguran bergelar sarjana di Kota Bandung ini disebabkan oleh mayoritas tingkat ekonomi yang termasuk ke dalam menengah ke atas.
Sehingga, cenderung memilah dan memilih jenis pekerjaan yang cocok dengannya.
“Memang secara demografi bahwa di Kota Bandung ini, mayoritas para sarjana berada di kategori tingkat ekonomi menengah ke atas. Jadi kalau ada tawaran pekrerjaan tapi gajinya biasa-biasa mereka nggak mau,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (30/1/2019).
Asep pun menambahkan, faktor lainnya yaitu keterampilan calon tenaga kerja yang tidak cocok dengan kebutuhan perusahaan.
Maka dari itu, pihaknya telah mencoba mengarahkan calon tenaga kerja untuk ikut pendidikan keterampilan vokasional.
“Program kerja Disnaker Kota Bandung mencoba mengarahkan kepada pendidikan keterampilan vokasional. Karena yang keluar dari lembaga pendidikan (lulusan) tidak selalu berarti siap untuk bekerja,” katanya.
Terlebih, lanjutnya, di era yang serba digital seperti saat ini, disiplin ilmu yang bersifat umum cenderung tidak dilirik oleh perusahaan.
Sehingga, calon tenaga kerja saat ini ditutut untuk memahami kemampuan yang bersifat Informasi dan teknologi (IT).
“Karena lulusan disiplin ilmu yang sifatnya umum udah terlalu banyak. Sedangkan yang dibutuhkan oleh dunia kerja sekarang itu hal-hal yang sifatnya teknis atau spesifik,” katanya.






Leave a Reply