Carut-Marut Ruang Kreatif, Ridwan Kamil Tegur Kadisparbud Bandung

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami menyebut sepinya Bandung Creative HUB (BCH) serta munculnya isu pungli disebabkan adanya kesalahan dalam pengelolaan ruang kreatif tersebut.

Dia bahkan telah menegur secara langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari.

“Dari saya instrumen BCH itu dibentuk untuk mengakomodasi kebutuhan infrastruktur kreatif di mana mereka berjuang sendiri. Kalau ada masalah itu berarti ada kesalahan di pengelolaan manajemen,” kata Emil, sapaan Ridwan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (17/1/2019).

Emil saat menjabat sebagai wali kota Bandung telah meminta agar pengelolaan BCH diserahkan kepada pihak ketiga. Namun sayang, hingga jabatannya berakhir wacana itu tidak terealisasi karena terlalu disibukkan dengan perdebatan harus ada pegawai negeri sipil (PNS) yang terlibat dalam pengelolaan.

“Dari awal waktu Wali Kota serahkan pengelolaan ke pihak tiga. Yang terjadi sampai detik terakhir sibuk harus ada PNS yang mengelola itu,” ucapnya.

Menurut Emil, PNS bukan bertugas sebagai operator yang bisa mengelola sebuah bangunan seperti BCH. Karena dia menilai bangunan seperti BCH perlu ditangani secara profesional.

“PNS itu bukan operator. Bayangkan saya bangun stadion lima, bikin fasilitas kreatif 10, masa harus ada (PNS yang mengelola) kan tidak,” ujarnya.

“SOP sudah, tadi malam Kadisnya saya tegur,” kata Emil.

Emil sudah menegur Kepala Disparbud Kenny Dewi Kaniasari terkait karut-marutnya pengelolaan BCH. Dia menyebut akan menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan ke depan.

Ditanya soal konsep Creative Hub yang telah masuk dalam programnya sebagai gubernur, Emil memastikan akan menyiapkan secara baik. Dia ingin pengelolaan setiap Creative Hub itu dikelola oleh pihak ke tiga bahkan komunitas kreatif di masing-masing daerah.

“Konsep Jabar sama, nanti harusnya kita (pemerintah) sediakan infrastruktur yang kelola itu masyarakat,” ujar Emil.

Sekadar diketahui, hampir dua tahun sudah Bandung Crative Huba berdiri sebagai pusat kreativitas pemuda di Kota Bandung. Sempat ramai, kini bangunan megah itu seolah mati suri karena ditinggal para penghuninya. Isu adanya pungutan liar juga merebak.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *