Dinas Perkebunan Sebut, Industri Tembakau Berpotensi Berkembang Besar di Jawa Barat

Terasjabar.co – Varietas tembakau lokal Jawa Barat memang baru diluncurkan pada Senin (10/12/2018). Meski begitu, sebenarnya produksi tembakau lokal di Jawa Barat sudah dilakukan sejak lama, hanya baru didaftarkan sebagai daftar tes tembakau lokal.

“Sudah lama kami daftarkan. Dari banyak temabakau lokal, kami identifikasi dari produksi dan ketahanan hama penyakit. Dari identifikasi, kami pilih (beberapa varietas) untuk dieksplorasi,” ujar Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Jawa Barat, Yayan C Permana, Rabu (12/12/2018).

Meski menuai pro dan kontra karena dampak kesehatan dari produk olahan tembakau, tetapi komoditas ini disebut sebagai satu di antara komoditas yang menguntungkan secara ekonomi.

Menurut Yayan, industri tembakau berpotensi berkembang besar di Jawa Barat. Beberapa kabupaten yang berpotensi memproduksi tembakau dalam jumlah besar adalah Kabupaten Garut, Sumedang, Majalengka, Bandung, Bandung Barat, dan Kuningan.

Garut, kata Yayan, menjadi daerah yang memiliki lahan tembakau terluas di Jawa Barat. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Jawa Barat, produksi tembakau lokal Jawa Barat mengalami naik turun.

Baca Juga: Pemprov Akhirnya Luncurkan Varietas Tembakau Hasil Penelitian Meski Akui Ada Pro dan Kontra

Pada 2013, Jawa Barat memproduksi 8.872 ton daun kering tembakau dari total luas lahan 9.973 hektare.

Pada 2014, produksi tembakau menurun mencapai 8.126,488 ton daun kering tembakau dari total luas lahan 9.125,840 hektare.

Pada 2015, produksi tembakau kembali meningkat mencapai 8.471,115 ton daun kering tembakau dari total luas lahan 9.710,730 hektare.

Pada 2016, jumlah produksi kembali meningkat menjadi 8.600,624 ton daun kering tembakau dari total luas lahan 10.105,790 hektare.

Sedangkan pada 2017, jumlah produksi mengalami sedikit penurunan menjadi 8.498,176 ton daun kering dari total luas lahan 10.106 hektare.

Sebagian besar tembakau lokal Jawa Barat didistribusikan untuk keperluan produksi tembakau lokal Jawa Barat.

“Hanya kurang dari dua persen dipasok luar Pulau Jawa, semisal Padang,” kata Yayan.

Perbedaan tembakau Jawa Barat dengan daerah lainnya adalah dari cara pengolahan. Yayan mengatakan bahwa tembakau lokal Jawa Barat diolah dengan cara diranjang, bukan dirosok.

Tembakau di Jawa Barat biasanya ditanam pada bulan Maret atau April dan dipanen pada bulan Juli. Sampai saat ini, kebanyakan petani tembakau baru bisa memanen tembakau satu kali dalam setahun.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − 7 =