Tak Kunjung Minta Maaf Soal Budek-Buta, Cawapres Ma’ruf Amin Dilaporkan ke Komnas HAM
Terasjabar.co – Forum Tuna Netra Menggugat (FTNM) berencana melaporkan calon wakil presiden Ma’ruf Amin ke Komnas HAM. Pelaporan itu terkait pernyataan Ma’ruf yang dinilai menyakiti kaum difabel.
Suhendar, Koordinator FTNM, dalam jumpa persnya di PSBN Wyataguna, Jalan Pajajaran Bandung, mengatakan kyai asal Banten itu tak memberikan klarifikasi atau berusaha untuk meminta maaf.
“Sudah sepuluh hari ini tidak ada klarifikasi atau bahkan upaya untuk meminta maaf. Malah pak kyai memberikan beberapa pendapat yang justru berkembang wacana. Langkah konkret ke Komnas HAM Senin atau Selasa depan ke sana, jika tidak direspons,” kata Suhendar, Kamis (22/11/2018).
Ia menjelaskan, pelaporan itu bukan untuk mengadili, melainkan menegaskan bahwa pernyataan yang diucapkan Ma’ruf kurang tepat. Pernyataan Ma’ruf yang dilontarkan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Sabtu (10/11/2018) lalu itu, dinilai sebagai diksi kemanusiaan yang dijungkirbalikan dengan istilah budek buta.
“Kami FTNM mencoba melakukan pernyataan sikap. Pada prinsipnya kami prihatin dan kecewa yang disampaikan Ma’ruf Amin, dengan ucapan tersebut beliau buat stigma yang negatif untuk disabilitas,” ujarnya dia.
Padahal pihaknya sudah 22 tahun lalu telah berupaya menghilangkan stigma dengan terbitnya UU 4/1997 tentang Penyandang Cacat, kemudian ada pergeseran dengan terbitnya UU 18/2016 tentang perlindungan disabilitas.
“Posisi kita, yang kita harapkan ada perubahan stigma bukan disabilitas yang harus dikasihani atau objek adanya kesetaraan hak dan kewajiban, kita inginnya sederhana saja, minta maaf kyai itu. Kemudian bersama-sama untuk membangun NKRI tanpa ada diskriminasi, diksi maupun perlakuan,” ucapnya.
Dia berpesan, langkah yang mereka ambil ke Komnas HAM tersebut tidak terkait dengan salah satu pasangan calon presiden.
“Kita tidak ada urusan dengan salah satu calon, inti kita sama sekali tidak berafiliasi dengan calon nomor satu maupun nomor dua. Ini murni gerakan sosial dan kemanusian,”ujar dia.
Suhendar pun meminta agar jangan sampai kasus tersebut disangkutpautkan ke wilayah politik. Menurutnya, kasus tersebut murni masalah sosial.
“Ini tahun politik, ini muncul pada calon cawapres yang seharusnya mengademkan bukan membikin resah,”tutur dia.
Seperti diketahui, pada Sabtu (10/11/2018) lalu itu, Ma’ruf mengatakan, “Orang yang sehat dapat melihat jelas prestasi yang ditorehkan Pak Jokowi, kecuali orang yang budek saja enggak mau mendengar informasi dan orang yang buta saja yang enggak bisa melihat kenyataan”.






Leave a Reply