Panwaslu Kabupaten Bandung Sayangkan Pernyataan Prabowo Soal Politik Uang

Terasjabar.co – Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyentil mengenai praktik politik uang pada saat pelaksaan pemilihan kepala daerah. Menurutnya apabila ada calon yang membagi-bagikan sembako atau uang, terima saja. Urusan memilih, serahkan pada hati nurani. Jangan memilih karena utang budi. Hal itu ia sampaikan di hadapan seribuan kader dan simpatisannya di Hotel Sutan Raja Soreang, Jumat (30/3/2018).

“Kalau ada orang yang hendak membohongi rakyat kita lagi, jangan mau dibohongi. Buktikan sebagaimana yang kita buktikan, di DKI mereka mau bagi-bagi sembako, rakyat miskin malah menolak sembakonya, tidak mau diterima. Tapi kalau saya, saya anjurkan dibagi ya terima. Kenapa? Ya rezeki,” katanya.

Meski menerima pemberian para calon, Prabowo menegaskan jangan mau diatur. Memilih harus sesuai hati nurani.

“Dibagi ya terima tapi jangan mau diatur oleh mereka-mereka itu. Memilih harus sesuai hati nurani,” ujarnya yang disambut uplaus oleh seribuan kader dan simpatisannya yang hadir.

Prabowo kembali menyatakan apabila ada yang bagi-bagi uang ataupun sembako di masa Pilkada serentak ini, jangan ditolak.

“Rezeki kok di tolak, ada yang ngasih duit ambil aja, enggak usah utang budi, karena itu adalah uang rakyat Indonesia dibagi-bagi. Dia nyolong uang itu, dia curi uang itu, lalu dibagi-bagi sedikit kepada kalian dan kalian disuruh berterimakasih, enak aja!” tandasnya.

Terkait pernyataan Prabowo tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia menyayangkan pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang menyarankan warga untuk menerima pemberian dari para calon Pilkada karena itu dianggap rezeki.

“Kami sayangkan pernyataan dia (Prabowo) terkait anjuran kepada masyarakat yang datang agar menerima imbalan atau materi atau apapun itu dari calon, dalam hal ini saya yakin itu calon gubernur atau calon kepala daerah,” kata Hedi melalui sambungan telepon.

Hedi menegaskan dalam undang-undang sudah jelas pada Pasal 187 UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, bahwa pasangan calon atau tim sukses memberi menjanjikan materi kepada pemilih itu bisa dikenakan pidana.

“Memberikan materi atau memberikan uang dan materi lainya bisa dikenakan pidana,” tegas Hedi.

Menurut Hedi pernyataan Prabowo itu berbahaya jika langsung ditangkap oleh masyarakat.

“Ini sangat kontradiktif sekali. Sangat disayangkan di mana kita semangat menyatakan perang terhadap politik uang, ini malah ada elite politik yang justru menganjurkan hal yang kurang baik,” jelasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *