DPKP3: Ada 300 Pohon Rawan Tumbang di Kota Bandung
Terasjabar.co – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung telah membentuk empat tim yang dilengkapi unit reaksi cepat untuk menangani kejadian pohon tumbang di Kota Bandung.
Kepala Bidang Pertamanan DPKP3 Kota Bandung, Iwan Sugiono, mengatakan, satu tim terdiri dari 7-10 personel yang dilengkapi unit reaksi cepat menggunakan sepeda motor.
“Ini juga kita sebagai dinas yang bagian dari mengurusi masalah eksisting pohon harus mempersiapkan diri. Jadi kita mengantisipasi, jaga-jaga kalau misalkan ada pohon tumbang. Di tim ada URC berupa pakai sepeda motor,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (6/11/2018).
Dikatakan Iwan, bukan tanpa alasan unit reaksi cepat itu dibentuk. Pasalnya, berkaca dari musim hujan sebelumnya, kejadian pohon tumbang kerap kali menimbulkan kemacetan lalu lintas.
“Karena kalau sudah ada kejadian biasanya macet luar biasa,” ujarnya.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan, tim unit reaksi cepat itu nantinya akan dibekali dengan peralatan yang ringan. Tugasnya, tim unit reaksi cepat ini harus sampai duluan ke lokasi pohon tumbang, minimal untuk membereskan agar pohon tumbang tak menghalangi jalan.
“Jadi tim ini menyelamatkan dan pengamanan utama dulu. Pengalaman kejadian yang lalu, keterlambatan bukan karena kami tidak sigap atau tidak ada petugas, tapi karena ada kemacetan. Sehingga kalau sepeda motor bisa pakai jalan tikus. Mereka dibekali chainsaw yang kecil,” katanya.
Iwan menyebut, di kota Bandung ada sekitar 1 juta pohon yang tersebar. Dari jumlah sebanyak itu, ada sekitar 300 pohon yang rawan tumbang. Sedangkan, berdasarkan sensus pohon tahun 2017, Kota Bandung memiliki 1.000.980 pohon.
Dari jumlah tersebut terdapat 500-600 pohon yang berusia di atas 50 tahun.
“Paling banyak (pohon rawan tumbang itu) di Sukajadi. Itu pohon yang rawan biasanya jenis ganitri, walaupun besar tapi regas. Mahoni badot, flamboyan, dan angsana,” ujarnya.






Leave a Reply