Warga Sukasari Berharap Ridwan Kamil Bangun Jalan Sukasari-Lembang

Terasjabar.co – Masyarakat Kecamatan Sukasari khususnya Desa Sukarapih, sangat menaruh harapan besar kepada Gubernur Jabar yang baru Ridwan Kamil untuk mewujudkan pembangunan Jalan Sukasari-Lembang sepanjang 23,8 km.

Hal ini disebabkan manfaat yang akan dirasakan masyarakat khususnya di sepanjang jalur tersebut sangat besar. Dengan Jalan Sukasari-Lembang, perekonomian masyarakat akan meningkat seiring semakin berkembangnya usaha yang mereka jalani sebagai petani sayuran.

Dengan jalan itu juga, bisa mengangkat potensi pariwisata pemandangan alam dan pengunungan yang elok. Potensi pariwisata itu menjadi ladang penghasilan bagi masyarakat sekitar, pemerintah desa, PAD (Pendapatan Asli Daerah)  Kabupaten Sumedang termasuk Pemprov Jabar.

“Membaiknya perekonomian dan penghasilan masyarakat, otomatis kesejahteraan mereka juga akan meningkat, khususnya masyarakat  di sepanjang jalur jalan tersebut. Oleh karena itu, warga Kecamatan Sukasari khususnya Desa Sukarapih,  sangat mewanti-wanti pak Gubernur Ridwan Kamil bisa secepatnya mewujudkan pembangunan Jalan Sukasari-Lembang yang menjadi aspirasi dan harapan utama  masyarakat,” ujar Kepala Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Setiawan Saputra, Minggu (15/9/2018).

Menurut dia, pembangunan Jalan Sukasari-Lembang, menjadi program prioritas  Kecamatan Sukasari bahkan Pemkab Sumedang. Program tersebut sudah dirintis sejak lama.

Namun, hingga kini belum terwujud juga. Padahal, Pemkab Sumedang sudah lama membuat dan mengirimkan DED (Detail Enginering Desaign) kepada Pemprov Jabar. Hal itu, sehubungan pembangunan jalannya  menjadi kewenangan provinsi karena lintas kabupaten.

“Karena kebijakan dan kewenangannya  ada di tangan provinsi, sehingga kami warga Kecamatan Sukasari mohon dengan sangat agar Pak Gubernur Ridwan Kamil memberikan perhatian guna terwujudnya pembangunan Jalan Sukasari-Lembang,” tutur Setiawan.

Ia mengatakan, pembangunan Jalan Sukasari-Lembang tersebut, akan menghubungkan 3 wilayah kabupaten, yakni Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang-Palintang Kabupaten Bandung-Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Seandainya pembangunannya direalisasikan, tidak akan ada pembebasan lahan di wilayah Kecamatan Sukasari.  Yang ada, hanya lahan kawasan hutan Perum perhutani.

“Akan tetapi, proses pemanfaatan lahan hutan cukup mudah karena hubungannya antara pemerintah dengan pemerintah,” ucapnya.

Lebih jauh Setiawan menjelaskan, jika pembangunan Jalan Sukasari-Lembang terwujud, manfaatnya sangat besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di tiga kabupaten tersebut.

Manfaat bagi masyarakat Sukasari,  jarak tempuh dari Sukasari ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat lebih dekat dan cepat. Apalagi mata pencaharian masyarakat dan kondisi geografis antara Kecamatan Sukasari dengan Lembang, memiliki kesamaan sebagai sentra sayuran.

Mayoritas masyarakat di dua daerah itu, sebagai petani sayuran.  Bahkan tak sedikit, masyarakat Sukasari yang bertani sayuran di daerah Palintang, Kabupaten Bandung. Namun, dikarenakan  jalannya belum tembus sampai ke Palintang hingga ke Lembang, sehingga ongkos angkut hasil pertaniannya sangat  mahal.

“Jika Jalan Sukasari-Lembang jadi dibangun, ongkos angkutnya lebih murah dan hasil panen yang dijualnya pun lebih banyak. Dengan begitu, keuntungan para petani lebih besar. Jadi, dengan pembangunan jalan tersebut, petani sangat diuntungkan dan disejahterakan,” ujarnya.

Selain bertani sayuran, kata dia, masyarakat Sukasari pun kini banyak yang berkebun kopi. Seperti halnya di Desa Genteng, Nangerang dan Banyuresmi. Bahkan kualitas kopinya tidak kalah dengan Garut dan produksinya pun lumayan banyak. Namun, karena para petani menjualnya ke kota otomatis ongkos angkutnya mahal.

“Nah, kalau akses Jalan Sukasari-Lembang, selain ongkosnya murah,  pertanian kopinya akan cepat terekspose,” tutur setiawan.

Ia menambakan, tak hanya pertanian sayuran dan kopi saja yang menjadi komoditas unggulan di Kecamatan Sukasari, banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan.  Seperti halnya wisata alam dan sejumlah lokasi swafoto di Cipacet, Desa Genteng, diyakini dapat menyedot wisatawan.

Di Cipacet juga,  ada air terjun tapi harus dilakukan penataan. Objek wisata lainnya,  gua walet dan  bumi perkemahan baru beureum.  Pemandangan alam di Kecamatan Sukasari, sama  seperti di Lembang.

“Apabila Jalan Sukasari-Lembang ini jadi dibangun, berbagai potensi itu pasti akan terangkat. Jangka pendeknya, akan menambah penghasilan bagi masyarakat sekitar, termasuk  pemerintah desa dan  PAD Kab. Sumedang. Bahkan secara jangka panjang, bisa menghasilan  PAD Pemprov Jabar,” ucapnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × two =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam