Gelar Kain Nusantara 2018 Kembali Hadir di Bandung, Tawarkan Kualitas Baik dan Hadiah Menarik
Terasjabar.co – Masyarakat pencinta batik dan kain khas nusantara pada umumnya sebaiknya tidak melewatkan momen menarik di Kota Bandung ini.
Mulai Rabu (29/8/2018) hingga Minggu (2/9/2018) di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung dihelat pameran Gelar Kain Nusantara (GKN) 2018 yang menyajikan sarana untuk berbelanja sekaligus berkesempatan mendapatkan hadiah.
Sebanyak 80 peserta yang merupakan pelaku usaha fashion batik, bordir, tenun, dan craft atau kerajinan dari seluruh penjuru tanah air hadir di Kota Bandung.
Even pameran besar di bulan Agustus ini, dikatakan Yuwono Andi selaku Operational Maxxindo – Krishna Studio yang sekaligus sebagai ketua pelaksana kegiatan, merupakan momen penggalian untuk lebih mengenal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI.
“Kami terus berupaya menggelar even ini karena tergerak untuk melestarikan warisan budaya bangsa dengan menyelenggarakan acara Gelar Kain Nusantara ini,” katanya di Graha Manggala Siliwangi, Rabu (29/8/2018).
Sedangkan terkait prospek industri batik, Andi mengatakan prospek pasar batik masih menjanjikan baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Hal ini sejalan dengan catatan Kementerian Perindustrian yang menyebutkab nilai ekspor batik batik dan produk batik pada 2017 mencapai 39, 4 juta Dollar AS atau senilai Rp 528 miliar, dengan tujuan utama ekspor batik Indonesia antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.
“Kondisi ini yang menjadi pemicu bagi pelaku di sektor ini (batik) meningkatkan produksinya. Selain pelaku usaha baru di sektor ini meningkat, juga banyak munucul pelaku usaha dari kalangan anak muda,” katanya.
Meski masih menjanjikan, diakui Andi, untuk melahirkan dan menambah pelaku usaha baru khususnya dari kalangan muda di industri batik perlu dorongan dari berbagai pihak. Salah satunya dengan cara menggelar pelatihan batik mulai dari cara membatik hingga bagaimana cara memasarkannya.
“Pada pameran GKN yang digelar hingga 2 September ini kami menggelar pelatihan seperti itu, dengan harapan akan lahir entrepreneur batik, muncul perajin-perajin batik tidak hanya dari Bandung tapi juga dari daerah lain,” katanya.
Menurutnya, untuk bisa mempertahankan batik khas Indonesia selain harus sering memperkenalkan produk batik ke masyarakat, harus didukung dengan pelaku usaha baru terutama dari kalangan anak muda sebagai generasi penerus.
Dengan begitu, batik khas Indonesia tetap lestari dan dikenal tidak hanya di negara sendiri tapi juga di luar negeri.
Untuk menarik minat pengunjung, dalam pameran yang menyajikan fashion khas Nusantara mulai dari Rp 50 ribu hingga puluhan juta rupiah itu, diakui Andi, pihaknya juga menampilkan hal-hal baru.

Di antaranya, menghadirkan stan khusus batik Wirokuto dari Pekalongan dan sejumlah perajin yang bernuansa Indonesia banget.
Selain itu dikatakan Andi, pihaknya menyediakan hadiah bagi pengunjung yang berbelanja di GKN 2018 akan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah kulkas atau LCD TV.
Sementara itu Agung Prasetyo, salah satu entrepreneur muda di industri batik mengaku bukan berasal dari keluarga perajin batik.
Sebagai pebatik pemula, ia awalnya mencoba ikut pelatihan. Kini, ia mengaku sudah berani memproduksi dan memasarkan sendiri produk karyanya.
“Produk saya tidak hanya di pasarkan secara offstore, tapi juga di pasarkan salah satunya dengan ikut pameran seperti ini,” kata lelaki asal Pekalongan, Jawa Tengah yang produknya sudah di pasarkan di berbagai daerah termasuk di kota Bandung ini.
Pameran batik, bordir, tenun, dan craft yang bertajuk Gelar Kain Nusantara 2018 tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dharma Wanita Provinsi Jabar, Elly Rosita Karniwa yang juga sabagai istri Sekda Jabar, Iwa Karniwa.
Pembukaan pameran tersebut juga dimeriahkan dengan sajian sejumlah pertunjukan menari dan menyanyi dari anak-senak sekolah dasar dan taman kanak-kanak.






Leave a Reply