150 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan Terjadi di Kabupaten Bandung Selama Januari-Juni

Terasjabar.co – Kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bandung periode Januari hingga Juni 2018 mencapai 150 kasus. Korban kekerasan seksual ini terdiri dari 65 laki-laki dan 85 perempuan.

Sekretaris Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Anak dan Perempuan (PPTPAP) Kabupaten Bandung, Maman mengatakan dari 150 kasus kekerasan seksual terdiri dari 67 kasus menyangkut pencabulan, sodomi 22 kasus, perdagangan manusia 2 kasus, kekerasan dalam rumah tangga 29 kasus dan pelaku anak di bawah umur 23 orang.

“Usia korban di atas 18 tahun mencapai 40 orang dan di bawah 18 tahun mencapai 136 orang,” ujar Maman di Soreang, Senin (20/8/2018).

Menurutnya, faktor penyebab kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan adalah keluarga, lingkungan, dan internet terutama melalui media sosial.

Meski keterbatasan pendamping, pihaknya berupaya melakukan bantuan hukum kepada korban.

“Selain itu, layanan psikologis dan medis serta penguatan terhadap keluarga korban pun kami lakukan,” katanya.

Menurutnya jumlah 150 kasus tersebut belum termasuk Juli dan Agustus, karena data Juli dan Agustus ini masih dalam tahap pengolahan.

Selama kurun waktu 2017, kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bandung periode mencapai 230 kasus.

“Kasus pencabulan terbanyak dengan 76 kasus, KDRT 48 kasus dan pelaku kekerasan seksual anak di bawah umur sebanyak 38 orang,” katanya.

Selama 2016, kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan mencapai 151 kasus dengan rincian pemerkosaan 30 kasus, KDRT fisik dan psikis 52 kasus, dan pencabulan sebanyak 26 kasus.

Menurut Maman, pada 2017 terjadi peningkatan kasus kekerasan seksual di Kabupaten Bandung.

Pihaknya terus berinovasi dalam upaya melayani korban kekerasan seksual di antaranya dengan cara menyiapkan aplikasi pelaporan secara digital dan integrasi pelayanan.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *