Madrasah di Cimahi Raih Penghargaan dari Original Rekor Indonesia

Terasjabar.co – Madrasah Asih Putera Cimahi meraih penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI) atas prestasi murid-muridnya dari jenjang SD hingga SMA. Mereka berhasil memadukan pertunjukan seni budaya dan kuliner.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Agung Elvianto selaku Presiden Original Rekor Indonesia di Kampung Buyut Cipageran, Jalan Kolonel Masturi Km 3, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada Sabtu (4/8/2018).

“Hari ini telah terjadi sejarah baru di Indonesia khususnya di Kota Cimahi yaitu kolaborasi antara kuliner dan seni budaya,” kata Agung saat ditemui usai menyerahkan piagam penghargaan.

Pemberian penghargaan berlangsung disela helatan penerimaan murid baru Madrasah Asih Putera yang dihadiri oleh para orang tua murid. Pada kegiatan itu, turut hadir pula Walikota Cimahi, Ajay M. Priatna.

Rekor yang dicatat oleh ORI yaitu kolaborasi di antara berbagai kesenian budaya berupa seni lukis, seni barong, kuliner, tari marching band, dan sisingaan. Kolaborasi berbagai elemen itu dilakukan dalam tempo waktu 10 menit 33 detik.

“Untuk rekor yang dibuat tadi selama 10 menit 33 detik yang tercatat di ORI pembuatan secara bersamaan. Di sini unik sekali karena selama waktu yang sedemikian singkat mereka harus berkolaborasi, bersinergi, dan menghasilkan sesuatu yang unik untuk sebuah rekor indonesia,” tutur dia.

Seorang pelukis yang berhasil menerima penghargaan Mendythia Utami Soewardi mengungkapkan kalau lukisan wajah Sukarno dibuat sebagai hadiah bagi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus mendatang.

“Saya sengaja juga melukis dengan merah putihnya sebagai hadiah di bulan kemerdekaan Republik Indonesia ke-73,” kata Mendythia bahagia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Madrasah Asih Putera Adang Kosasih mengatakan penghargaan yang diraih merupakan hasil dari kerja sama yang dijalin antara murid, guru, dan instruktur ekstrakulikuler.

“Dengan penuh percaya diri mereka tampilkan dengan baik. Itu alhamdulillah merupakan suatu hasil dari proses dan kerja sama di antara guru, murid, dan instruktur ekstrakulikuler,” ujar Adang.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *