Survey LSIN: Asyik Ungguli Rindu Gara-Gara Isu 2019 Ganti Presiden
Terasjabar.co – Lembaga Survei Independen Nusantara atau LSIN mengklaim bahwa elektabilitas cagub dan cawagub Jabar nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) tertinggi di antara keempat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.
Tingkat keterpilihan kandidat jagoan Partai Gerindra dan PKS itu disebut telah menyalip Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).
Berdasarkan hasil surveinya, LSIN mengklaim tingkat elektabilitas Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebesar 30 persen, disusul Deddy Mizwar- Dedi Mulyadi 26 persen, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 25 persen, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan 9 persen.
Menurut LSIN, sejak Mei sampai Juni, terjadi fenomena ekstrem pada hasil survei atas perilaku pemilih di Jawa Barat. Kampanye seputar pemilu presiden 2019 ternyata berpengaruh terhadap persepsi pemilih calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.
Elektabilitas Sudrajat-Ahmad Syaikhu disebut tertinggi karena mereka mampu meyakinkan masyarakat dengan memainkan isu atau kampanye #2019GantiPresiden. Manuver itu dianggap ampuh terjadi di Jawa Barat dengan efek dominan dari fenomena kasus yang terjadi di Jakarta seperti aksi 212 dan sebagainya.
“Kalau komitmen nomor tiga, dari survei yang kita lakukan, harus menjaga betul mainan mereka, kita lihat mereka memainkan isu pergantian kepemimpinan nasional, dan itu dimaksimalkan betul untuk mengambil pemilih,” kata Direktur LSIN, Muhammad Yasin, di Bandung pada Selasa, (26/6/2018).
Menurut Yasin, manuver maksimal tiga pasangan lain untuk mengalahkan Sudrajat-Ahmad Syaikhu akan habis-habisan pada hari pemungutan suara atau pencoblosan pada Rabu, 27 Juni 2018. Soalnya manuver pemenangan dengan memainkan kampanye #2019GantiPresiden ampuh menarik minat dan simpati masyarakat di Jawa Barat.
“Itu faktor utama kalau dia mau memenangkan Jawa Barat, tapi kandidat lain tidak akan diam; akan menggunakan berbagai cara. Bisa jadi ada serangan udara, serangan laut, yaitu money politic dan itu bisa terjadi,” katanya.
Meski hasil surveinya berbeda dengan lembaga survei lain yang selalu mengunggulkan Ridwan-Uu, Yasin mengklaim komitmen responden saat survei diprediksi tidak akan meleset saat pencoblosan. Dia bahkan sesumbar menyebut 95 persen responden berkomitmen memilih Sudrajat-Syaikhu sampai hari pencoblosan.
Yasin memastikan, perebutan suara di waktu pencoblosan akan bersaing ketat hanya di tiga pasangan, yaitu Sudrajat-Syaikhu, Dedd-Dedi, dan Ridwan-Uu. Semua pasangan calon cenderung menggalang suara lebih besar, kecuali Ridwan-Uu. “Kalau melihat tren, Ridwan kamil itu cenderung stagnan.”
Survei dilakukan pada satu pekan pertama Mei 2018 dengan metode pengumpulan data wawancara langsung tatap muka dengan panduan kuesioner, focus group discussion, dan wawancara mendalam ahli dengan 1.200 responden. Tingkat kekeliruan atau margin of error mencapai 2,9 persen.






Leave a Reply