PT. BIJB Disarankan Gaet Maskapai Penerbangan Internasional

Terasjabar.co – Sejumlah organisasi dan pengusaha di bidang pariwisata membangun sinergitas dengan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) menjelang pengoperasian Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Juni 2018 mendatang.

Melalui focus group discussion bertajuk “Potensi Pasar Wisatawan Dari/Ke Jawa Barat” yang diselenggarakan di Prama Grand Preanger, Kota Bandung, Sabtu (12/5/2018), organisasi dan pengusaha di bidang pariwisata memberikan banyak masukan kepada PT BIJB untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai gerbang udara utama para wisatawan ke Jawa Barat.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar, contohnya, mengatakan PT BIJB harus memberikan peluang partisipasi yang lebih luas kepada hotel dan restoran di Jawa Barat untuk menyosialiaasikan atau mengarahkan para wisatawan untuk terbang melalui Bandara Kertajati.

“Dengan kerja sama saling menguntungkan antara hotel dan bandara, ini menjadi salah satu cara percepatan pengembangan Bandara Kertajati. Ada 3.000 hotel di Jawa Barat, kalau restoran sudah tidak terhitung, bisa dimanfaatkan,” kata Herman dalam kesempatan diskusi tersebut.

Herman meminta komunikasi yang lebih intens antara Bandara Kertajati dengan organisasi-organisasi di bidang pariwisata.

Dengan demikian, sejumlah program dapat disinergikan sehingga meningkatkan jumlah penumpang yang mendarat atau lepas landas di Bandara Kertajati.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Barat, Herman Rukmanadi, menyarankan PT BIJB untuk lebih dulu fokus menyediakan penerbangan domestik.

Kecuali penerbangan haji dan umrah dan ke sejumlah negara Asean, kata Herman, potensi penerbangan internasional di Jawa Barat masih relatif sedikit dan kebanyakan pun melakukan transit di Singapura.

“Untuk meningkatkan kunjungan mancanegara, kami sarankan BIJB untuk approach (pendekatan) kepada airline Timur Tengah seperti Emirates dan Qatar Airways. Maskapai ini murah dan digemari wisatawan Eropa. Tawarkan apa yang bisa didapat kalau ada penerbangan ke Kertajati,” katanya.

Herman pun menyarankan PT BIJB untuk melakukan pendekatan kepada maskapai Thailand supaya melakukan penerbangan langsung ke Bandara Kertajati.

Selama ini tidak ada penerbangan langsung dari Thailand ke Bandung. Hal serupa bisa dilakukan terhadap maskapai yang belum melakukan penerbangan langsung ke Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah pengusaha biro perjalanan atau travel meminta BIJB menambah aksesibilitas transportasi umum dan infrastruktur ke Bandara Kertajati dari Cirebon Raya dan Bandung Raya.

Mereka pun meminta Bandara Kertajati memelihara diri dari gangguan pungli sekaligus memberikan kemudahan dalam aksesibilitas transportasi kendaraan pariwisata.

Para pengusaha wisata pun menyarankan Bandara Kertajati dibangun menjadi bandara yang sangat nyaman, layaknya Bandara Changi di Singapura.

Jika bandaranya nyaman, menarik, dan menawarkan program seperti city tour, para penumpang tidak akan mempermasalahkan waktu transit walaupun sampai berjam-jam.

Direktur Keuangan PT BIJB, Muhammad Singgih, mengatakan pada 24 Mei 2018 akan digelar soft launching atas bandara berkode KJT tersebut.

Soft launching ini akan mencatatkan secara internasional bahwa bandara ini sudah beroperasi, sekaligus membuka penerbangan komersial selanjutnya yang rencananya dimulai Juni 2018.

“Kita harua terus tingkatkan traffic penerbangan ke daerah lain dengan kerja sama dan sinergisitas. Kita optimis jika jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) beroperasi, dari Bandung ke Kertajati cuma 45 menit dan penumpang pun semakin banyak ke Kertajati,” katanya.

Untuk menarik lebih banyak penumpang ke bandara tersebut, katanya, PT BIJB berkomitmen tidak memberlakukan biaya tinggi.

Sejumlah promosi pun akan ditawarkan kepada maskapai supaya lalu lintas udara di Bandara Kertajati terus meningkat.

“Kami berkomitmen juga menghindari pungli di bandara. Maka dengan adanya sinergisitas dengan PHRI, HPI, Asita, dan lainnya, kita mencegah hal-hal yang membuat citra bandara jadi buruk. Semua yang akan kami lakukan sesuai SOP,” katanya.

Kepala Divisi Perencanaan Strategis dan Performansi Korporat PT BIJB Hermantyo Setiawan, mengatakan PT BIJB telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah maskapai dan bandara untuk melakukan 33 rute penerbangan, terdiri atas 5 penerbangan internasional, 18 penerbangan domestik, dan 10 pemerbangan sister province Jawa Barat.

“Kami akan melakukan approach terhadap sejumlah maskapai dari Timur Tengah, juga maskapai negara lainnya seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia,” katanya.

Mengenai infrastruktur dan rute kendaraan umum dari sejumlah kota menuju Bandara Kertajati dan sebaliknya, kata Hermantyo, telah ada dua rute shuttle jurusan Bandung-Cirebon dan singgah di Kertajati.

Sejumlah perusahaan transportasi pun, termasuk Damri, tengah mengajukan izin trayek dari sejumlah kota seperti Bandung dan Cirebon ke Kertajati, bahkan dari Brebes dan Tegal di Jawa Tengah.

Selain Jalan Tol Cisumdawu yang terhubung dengan Tol Cipali, katanya, rencananya pemerintah akan membuka jalur kereta dari Bandung ke Kertajati melalui Sumedang.

Rute lainnya, dari rel jalur utara, yakni dari Cirebon ke Kertajati.

Sejumlah maskapai, katanya, telah mengajukan penerbangan dari dan menuju Bandara Kertajati.

Pengajuan dari Garuda Group, Lion Group, dan Sriwijaya Air Group, tersebut tengah dalam pengkajian Dirjen Perhubungan Udara.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *