Juru Parkir Kota Bandung Minta Perlindungan

Terasjabar.co – Juru parkir meminta perlindungan di lapangan untuk menjalankan sistem pembayaran parkir melalui mesin parkir elektronik. Juru parkir mengaku kesulitan untuk bersikap tegas saat menemui beragam penolakan pembayaran nontunai oleh pengendara.

“Ya, saya harus gimana kalau masih ada warga yang nolak, tapi marah-marah karena katanya cuma parkir aja banyak ngatur-ngatur. Saya yang kena. Belum lagi kalau ada orang yang minta ‘jatah,’ padahal pegang uang sedikit sekarang mah (setelah penerapan mesin parkir),” ujar salah seorang juru parkir yang menolak disebut namanya, Minggu, (6/5/2018).

Wilayah yang ia tangani cukup ramai, di pusat kota. Sejak awal diberlakukannya pola pembayaran melalui mesin parkir elektronik, ia kesulitan mengarahkan para pengendara untuk menggunakan kartu bayar elektronik.

Jika terdapat pengendara yang telah menggunakan uang elektronik, bayar durasi parkir pun masih dilanggar. Seorang juru parkir di kawasan Bandung Timur juga beberapa kali mendapat penolakan hingga adu argumen dengan pengendara yang hendak parkir tepi jalan.

“Susah, lah. (pengendara) Dikasih tahu baik-baik, kukulutus. Kita teh enggak bisa banyak protes, da dihenteu-henteu ge butuh padamelan. Susah nyari kerja lagi. Pengennya mah honornya ditambah biar kita tenang ngurus kebutuhan rumah. Sama butuh perlindungan juga, da hirup di jalan mah ‘keras’,” tutur bapak tiga anak itu.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Anton Sunarwibowo mengatakan, persoalan itu sudah menjadi evaluasi mereka. Maka, Dishub Kota Bandung menurunkan Tim Penertiban dari Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi yang ada di Dishub Kota Bandung.

Saat ini, tim yang berisikan penertiban, penegakan hukum, dan tim cepat tanggap sedang gencar melakukan penertiban bagi pengendara yang melanggar parkir. Dalam penerapan sistem pembayaran parkir elektronik, tim penertiban akan membantu juru parkir saat menghadapi resistensi dari pengendara.

“Melihat banyak benturan di lapangan kepada juru parkir, dan ada resistensi dari masyarakat, kami juga menurunkan tim khusus, lebih ke penertiban,” ujarnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *