Dituntut Mundur, Rektor Unpad Temui Pedemo

Terasjabar.co – Rektor Unpad Tri Hanggono Ahmad menemui pedemo yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan tenaga kebersihan. Massa beraksi di Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (2/5/2018).

Sebelum menemui massa aksi, Tri sedang menemani Menristek Dikti Mohamad Nasir melakukan sesi wawancara di Gedung 2, Executive Launge Lantai 2, Kampus Unpad. Setelah sesi wawancana selesai, Tri bersama sejumlah pejabat di lingkungan Unpad menemui massa yang menggelar aksi di depan gerbang.

Tri mengajak peserta aksi untuk melakukan pertemuan di dalam kampus. Namun peserta aksi menolak ajakan tersebut dan memilih untuk menggelar dialog di halaman depan gedung rektorat.

Berbagai masalah, yang dikeluhkan mahasiswa, dosen dan petugas kebersihan dibahas dalam dialog tersebut. Mulai dari masalah gaji petugas kebersihan yang sangat rendah, hingga permasalah lainnya yang dianggap tidak memberi dampak positif terhadap Unpad.

Tri Hanggono mengaku sudah mendengar berbagai isu yang dikeluhkan selama ini. Dia juga melihat masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, dosen dan tenaga kebersihan berbeda.

Kurang lebih selama satu jam Tri Hanggono menemui massa. Namun semua penjelasannya kurang mendapat respon dari para peserta aksi. Debat panas sempat terjadi antara Tri dengan salah satu peserta aksi. Terutama menyangkut upah tenaga kebersihan yang hanya Rp750 ribu.

“Saya sudah dengar dan ikuti perkembangan yang ada. Permasalahan yang dihadapi masing-masing (pihak) juga berbeda,” katanya.

Tri mencontohkan, masalah tenaga kebersihan. Pihaknya tidak bermaksud memberi upah murah kepada para petugas kebersihan. Dia dan jajarannya hanya berupaya untuk memberdayakan masyarakat Jatinangor.

“Kebijakan K3L berangkat dari awal niatnya agar masyarakat Jatinangor terberdayakan. Selama ini ibu-ibu tetap dapat kerja,” ujarnya.

“Ini sebuah pelanggaran Unpad telah memberi upah di bawah UMK,” ucap salah seorang peserta aksi.

Demi mencari solusi terbaik, Tri Hanggono mengajak semua pihak kembali bertemu kembali. Bahkan dia berencana menggelar pertemuan dengan para petugas kebersihan agar tercipta solusi yang bisa diterima kedua belah pihak.

“Supaya lebih konkret menyelesaikannya nanti kita buat lagi pertemuan. Silahkan persiapkan (materi yang jadi keluhannya),” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang Dosen Fakultas Hukum Bilal Dewansyah yang ikut dalam aksi berencana mengirim surat ke Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad untuk membantu menyelesaikan sejumlah permasalahan ini.

“Nanti Jumat kita kirim surat ke MWA. Biar MWA yang panggil Rektor,” tandasnya.

Aksi ini berlangsung dengan damai. Sejumlah polisi juga ikut melakukan pengamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *