Ridwan Kamil Akan Jadikan Sukawera Sebagai Desa Percontohan Industri Rumahan

Terasjabar.co – Calon Gubernur Jawa Barat Nomor Urut 1 Ridwan Kamil berkunjung ke Desa Sukawera, Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, Selasa, (24/4/2018). Kedatangan pria yang akrab disapa Kang Emil itu disuguhkan oleh keberhasilan warga yang tekun mendalami potensi desanya sejak lama.

Terinspirasi akan hal itu, pria yang akrab disapa Kang Emil ini pun berniat membuat desa tersebut menjadi desa percontohan industri rumahan. Adapun potensi unggulan di desa tersebut, yakni peternakan lele, budidaya jamur, dan industri bordir yang dikerjakan oleh ibu-ibu secara home industry.

Ketua Asosiasi Petani Lele Pantura  Hamani mengatakan, di desanya, Sukawera ada 63 petani lele. Mereka membudidayakan lele mulai dari  pembenihan dan pembesaran di halaman rumah atau di belakang rumah. Mereka beternak dengan menggunakan bioflok. Keuntungan dari satu bioflok mencapai Rp 1 juta.

“Saya memiliki 11 biofolk, dan keuntungannya lumayan,” kata dia usai mendampingi Ridwan Kamil melihat budidaya lele di samping rumahnya.

Menurut dia, lele tersebut didistribusikan ke wilayah Indramayu, Bekasi dan Jakarta. Persoalannya sekarang adalah terbentur pada modal untuk mengembangkan lele. “Permintaan juga banyak, sementara produksinya masih sedikit,” kata Hamani.

Sementara itu Nasroni Effendy,  tokoh masyarakat desa setempat meminta agar Kang Emil memperhatikan potensi yang ada di desanya. Mulai dari peternakan ikan lele, industri bordir yang dimulai tahun 1963 hingga sekarang dan sudah tenar sampai meraih Upakarta dari Presiden Soeharto pada 1990. Selain itu, budidaya jamur merang atau jamur kapas sampai sekarang sudah mencapai 90 kobong.

“Mohon semua yang sudah dilakukan di desa kami diperhatikan supaya lancar,” kata Nasroni.

Ridwan Kamil menyatakan, konsep satu desa satu produk itu sangat rasional, urgent, dan efektif untuk melawan kemiskinan. Desa Sukawera sudah mempraktikan dan membuktikan kalau konsep ini bisa dibawa ke tempat-tempat lain di Jawa Barat.

“Tadi saya lihat di  satu rumah ada  sepuluh kolam lele dengan penghasilan Rp 10 juta, ada satu kobong jamur penghasilan lima juta perbulan. Ini kan melebihi UMR ya untuk satu Kepala Keluarga,” kata Kang Emil.

Menurut dia, produksi ikan lele hingga kini  belum terserap karena demand-nya sangat besar, sehingga kalau dibina dengan profesional dan marketing yang modern dengan pengemasan yang bagus tentu akan lebih baik lagi. Pola ini juga akan ditularkan ke desa miskin yang tidak punya gagasan seperti di Sukawera.

“Saya meyakini kesejahteraan masyarakat Jabar dalam lima tahun meningkat pesat dan merata karena gubernurnua turun langsung menciptakan konsep satu produk satu desa. Dengan apapun produknya,” ucap  Kang Emil.

Kang Emil tak memungkiri kalau banyak desa yang sudah seperti ini di Jabar, namun lebih banyak lagi desa yang  tidak berdaya.

“Itulah pentingnya kepemipinan baru di lima tahun ke depan membuat sistem yang bsa diduplikasi di desa-desa yang lain,” ujar Kang Emil.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *