4 Pabrik di Cimahi Masih Buang Limbah Cair ke Anak Sungai Citarum

Terasjabar.co – Sejumlah pabrik di kawasan industri Cimahi terus diawasi oleh Satgas Citarum Harum Sektor 21. Lantaran dari sekitar 580 pabrik masih banyak pabrik yang membuang limbah cair langsung ke anak sungai Citarum tanpa diolah terlebih dahulu.

Berdasarkan penelusuran tim Satgas Citarum Harum Sektor 21, dalam sehari, tim kembali mendapatkan empat pabrik yang membuang limbah cair secara langsung. Sebagian besar pabrik-pabrik tersebut menyebabkan aliran Sungai Cimindi berwarna hitam pekat.

Komandan Sektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat menuturkan keempat pabrik tersebut di antaranya PT Pang Jaya Mulia dan PT Ayutek di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kemudian PT Mewah Niaga Jaya di Jalan Cokro Dikromo, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Dan terakhir PT Trigunawan di Jalan Leuwigajah, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Dikatakanya keempat pabrik tersebut kedapatan membuang limbah secara langsung saat timnya memonitoring pabrik-pabrik yang sudah mereka laporkan sebelumnya.

Secara kasat mata kata dia, ada perubahan sedikit kualitas limbah yang dibuang karena tidak terlalu berwarna pekat.

“Saat kami menelusuri kami juga mendapati empat pabrik yang membuang limbah secara langsung. Dua di antaranya pabrik lama yang pernah kami laporkan sebelumnya dan pabrik itu kembali membuang limbah,” tuturnya, Selasa (24/4/2018).

Dikatakannya limbah dari ke empat pabrik tersebut menyebabkan kondisi Sungai Cimindi semakin kotor dan berwarna hitam. Atas temuan tersebut pihaknya langsung melaporkan kepada pihak kepolisian Polda Jabar, Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jabar dan Kota Cimahi, serta disampaikan langsung kepada Staf Menko Maritim.

“Kami sudah mengambil dokumen dan sample limbah untuk uji laboratorium serta melaporkan ke komando atas. Besok kami akan langsung mengecek ke lokasi bersama kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup Cimahi,” katanya.

Sementara untuk dua perusahaan yang masih membandel, kata Yusep, perusahaan tersebut memang membuang limbah secara langsung, namun hasil uji laboratorium limbah yang dibuang masih di bawah baku mutu.

“Ada regulasi yang tidak pas, tidak ada regulasi yang mengatur warna air, karena tidak ada kandungan B3 (bahan berbahaya dan beracun) dan tidak mengandung merkuri, jadi dianggap bersih padahal warna air sangat hitam (kotor),” katanya.

Menurutnya kawasan industri Cimahi ini memang perlu dilakukan monitoring secara terus menerus.

Pasalnya sepanjang bulan April ini pihaknya sudah banyak menemukan pabrik-pabrik yang membuang limbah secara langsung.

“Cimahi ini parah hampir semua seperti itu. Kami akan koornidasi dengan Wali Kota (Cimahi), Apindo dan Dinas LH. Soalnya di Cimahi ini ada 580 pabrik dan banyak yang membuang limbah secara langsung dan Sungai Cimindi sudah berwarna hitam,” katanya.

Selain itu Dinas Lingkungan setempat juga harus rajin memonitor karena pihaknya sudah mengeluarkan izin IPAL (Istalasi Pembuangan Air Limbah). Namun pada kenyataannya masih banyak pabrik yang membuang limbah tanpa diproses terlebih dahulu.

“LH (Dinas Lingkungan Hidup) nya harus peduli jangan asal mengeluarkan izin saja tapi pada kenyataanya masih seperti ini,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *